Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com-Warga Tangerang agar berhati-hati dengan modus operandi berbagai macam penipuan. Termasuk yang terjadi di Kampung Seglog, RT 01/05 Desa Sukaamanah, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten.
“Modusnya termasuk baru, karena pelaku ini wanita dan dia mengaku mencari seorang tukang urut yang telah berhasil membuat dirinya punya anak. Padahal itu tipu daya sang penipu,” ujar Asep Kipu kepada Tangerangnews.com, Sabtu (23/1/2021).
Pelaku secara acak masuk ke sejumlah desa atau perkampungan untuk mencari seorang dukun urut. Dukut urut itu, tentu bukan lah dukun urut sungguhan, hanya fiktif sebagai pintu dia masuk untuk menipu masyarakat.
“Jadi agar berhati-hati dan warga Tangerang harus tahu ini. Sengaja saya kirim ke TangerangNews biar tak ada lagi yang kena tipu. Dia modusnya nyari tukang urut dan bilang dahulu saya pasien ibuurut ke sini kepingin punya anak. Allhamdulillah sekarang saya sudah punya anak. Sebagai jasa terima kasih saya. Saya pengen ngajak keluarga-keluarga ibu yang nganggur kerja di pabrik Panarub. Dengan bayar uang Rp370 ribu untuk test swap. Pelaku janji besoknya dia akan ke rumah saya lagi. Sampai sekarang tidak ada kabar beritanya. WA saya juga di blokir oleh pelaku,” ujar Asep Kipu.
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGOrang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Sebanyak 16 lokasi di Banten masih dalam proses pembangunan jaringan listrik perdesaan. PLN UID Banten menargetkan seluruh jaringan tersebut dapat selesai dan mulai menyala pada akhir Desember 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews