Telkomsel Bekali 1.000 Guru Keterampilan AI dan Desain Visual untuk Mengajar
Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:37
Di tengah pesatnya arus transformasi digital, dunia pendidikan Indonesia dihadapkan pada tantangan besar.
TANGERANGNEWS.com-Sekitar pukul 18.00 pada Kamis 17 Juni 2021, kurang lebih masyarakat di Kutabumi, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang dihebohkan dengan suara petir yang tidak biasa.
Menurut Eka Kurniawan, peristiwa itu membuat heboh warga se-kampungnya. Sebab, secara serentak mereka keluar dari kediaman mereka meski sedang turun hujan.
“Tadi kami dengar suara petir barusan, suaranya sudah seperti bom atom. Orang kampung sampe berhamburan keluar rumah,” ujar warga Pagodokan Kidul tersebut kepada TangerangNewscom.
Rupanya, bukan di wilayah Pasar Kemis tempat Eka Kurniawan tinggal saja, tetapi hampir se-Tangerang Raya pun mendengar. Misalnya di Bitung, Cikupa, Kabupaten Tangerang. “Bitung (di daerah) terdengar jelas, dikira pesawat jatuh,” ujar Andi Saputra.
Sedangkan, di wilayah Curug, Kabupaten Tangerang Tangerang juga terdengar seperti pesawat terjatuh. “Oh yang tadi ini, dikira tadi pesawat latihan terjatuh, ternyata oh ternyata,” kata Mommy Faqih.
Begitu pun di Periuk, Kota Tangerang di perumahan Total Persada pun juga mendengar. “Serem banget suaranya, saya di Total Persada mendengar, serem asli,” tulis Ita Tilawati.
“Cimone juga dengar, tetapi enggak besar seperti yang diceritakan,” tukas Nur. Sementara Windasari mengaku hingga anaknya terbangun dari tidur dan ketakutan setelah mendengar itu.
Sementara warga Jatiuwung Kota Tangerang pun turut mendengarnya. “Jatiuwung dengar jelas, kaya bom meledak dilangit,” kata Ndyyyra. Sampai pukul 23.50 terdapat 290 komentar pada akun IG TangerangNewscom. Meski begitu, hingga kini belum dapat dipastikan suara petir atau ada hal lain yang menimpa di langit Tangerang tersebut.
View this post on Instagram
Di tengah pesatnya arus transformasi digital, dunia pendidikan Indonesia dihadapkan pada tantangan besar.
TODAY TAGKini wajah Situ Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, berubah total. Situ seluas 22 hektar ini dulunya dikenal sebagai area terbengkalai. Ilalang tinggi, semak liar, hingga kesan menyeramkan pernah melekat di kawasan tersebut.
Wali Kota Tangerang Sachrudin melakukan sidak fasilitas umum (fasum) di wilayahnya sambil bersepeda pada Sabtu 30 Mei 2026, pagi.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mulai mematangkan menetapkan pembagian wilayah domisili bagi calon peserta didik terkait Seleksi Penerimaan Siswa Baru (SPMB) 2026 untuk jenjang SD dan SMP.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews