KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Tangerang, masih merawat tujuh pasien narapidana yang menjadi korban kebakaran di Blok C Dua Lapas Kelas 1 Tangerang.
Dua pasien di antaranya berinsisial N dan HR dalam kondisi belum stabil atau masih kritis, karena alami trauma gejala nafas yang merupakan dampak terjebak dalam kebakaran lebih dari satu jam.
Hilwani, Kepala Humas RSU Kabupaten Tangerang mengatakan, tim medis akan memberikan tindakan berupa operasi pembersihan luka dan pengangkatan jaringan kulit yang telah mati akibat luka bakar, kepada satu pasien narapidana, pada Jumat 10 September 2021, siang.
“Sedangkan hari Kamis kemarin, operasi serupa telah dilakukan kepada dua pasien yang alami luka bakar di atas 90 persen, untuk mengurangi peradangan. Diperkirakan butuh waktu tiga minggu lamanya untuk normal kembali,” katanya.
Sedangkan tiga pasien lain menjalani rawat inap karena alami luka patah kaki dan luka bakar di bawah 20 persen.
“Tindakan operasi akan kembali dilakukan kepada dua pasien narapidana yakni N dan HR, yang dijadwalkan pada senin pekan depan, jika kondisi keduanya telah stabil,” jelas Hilwani.
Orang tua dari salah seorang pasien narapidana, Neti Suliarti, mendatangi Rsud Kabupaten Tangerang untuk melihat langsung kondisi anaknya. Namun karena masih pandemi COVID-19 dan tempat perawatan berada di ruang high care unit atau HCU , maka dia tidak diizinkan menjenguknya.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGMemasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.
Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Muhammad Amud mendorong pemerintah daerah memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dan sektor swasta untuk mengatasi persoalan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.
Kawasan perkotaan memiliki permintaan kuliner yang tinggi karena mobilitas dan gaya hidup penghuninya yang sibuk. Misalnya, area padat seperti Tangerang membuka peluang bagi beragam konsep makanan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews