Connect With Us

Nekat Berenang, Wisatawan Asal Legok Tangerang Tewas di Curug Cikaso

Tim TangerangNews.com | Kamis, 7 Oktober 2021 | 18:43

Personel Polsek Surade yang dibantu masyarakat saat mengevakuasi jenazah yang tewas saat berenang di Curug Cikaso, Desa/Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, Jabar. (@TangerangNews / Dok/FKSD Kab Sukabumi)

TANGERANGNEWS.com-Seorang wisatawan asal Kabupaten Tangerang, Banten tewas di objek wisata Curug Cikaso, Kampung Ciniti, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu 6 Oktober 2021, akibat nekat berenang di bibir air terjun.

Dari informasi yang dihimpun, korban diketahui bernama Afan Ramadhan, 23, warga Perum Puri Asih Candu, Blok D 1/9, RT 02/06, Kelurahan Serdangwetan, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. Pemuda ini datang ke objek wisata alam yang berada di Desa/Kecamatan Cibitung bersama beberapa rekannya.

"Korban tetap nekat masuk ke dalam air bahkan berenang hingga bibir air terjun, tapi saat hendak naik ke darat korban terjatuh dan kepalanya membentur bebatuan sungai dan langsung tewas di tempat," kata Ketua Forum Koordinasi SAR Daerah Kabupaten Sukabumi Okih Pajri Assidiq di Sukabumi, Rabu 6 Oktober 2021, dikutip dari Antara. 

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari personel Sarda Kabupaten Sukabumi, dengan menggunakan mobil korban datang bersama empat rekannya dari Kabupaten Tangerang ke Curug Cikaso untuk berwisata.

Saat tiba di lokasi objek wisata alam andalan Kabupaten Sukabumi itu, pemuda ini bukannya beristirahat terlebih dahulu seperti empat rekannya yang memilih bersantai sejenak di warung yang ada di sekitar Curug Cikaso.

Tapi Afan memilih langsung mendekati air terjun dan bersiap untuk berenang. Pemilik warung dan petugas kebersihan yang jaraknya tidak jauh dari korban mencoba mengingatkan agar tidak berenang, bahkan imbauan tersebut diucapkan berulang kali karena aliran sungai Curug Cikaso tidak aman untuk direnangi.

Sayangnya, peringatan dan imbauan itu tidak diindahkan korban dan malah langsung menceburkan diri ke dalam air dan nekat mendekati bibir air terjun. Kemudian saat hendak berjalan ke tepian sungai, korban tiba-tiba terjatuh dan kepalanya membentur batu. Diduga kaki korban tidak mampu menahan derasnya arus bawah sungai.

Pemilik warung yang curiga karena tubuh Afan tidak muncul lagi ke darat langsung menuju lokasi bersama empat rekan korban. Benar saja, saat dilihat kondisi korban sudah tidak bergerak dan mengambang di pinggir sungai.

Warga yang mendengar adanya wisatawan tenggelam langsung bergegas ke lokasi untuk memberikan pertolongan bersama rekan korban dengan menggunakan alat seadanya, yang kebetulan jenazahnya masih berada di pinggir sungai.

Kuat dugaan, korban tewas akibat kepalanya terbentur batu saat terjatuh ditambah tubuhnya pun kembali masuk tercebur ke sungai dan tenggelam. Tubuhnya baru muncul ke permukaan setelah 30 menit tenggelam di dasar sungai.

"Sebenarnya saat kejadian kondisi arus permukaan air terjun tidak terlalu kencang dan volume air terjun tidak terlalu besar. Tapi kemungkinan korban tidak bisa menyelamatkan diri karena luka di kepalanya cukup parah ditambah setelah terjatuh tubuhnya kembali masuk ke dalam air dan tersedot arus bawah sungai yang cukup deras," tambahnya.

Okih mengatakan korban sudah dievakuasi ke darat dan langsung dibawa ke RSUD Jampangkulon untuk diindentifikasi dan kasus kecelakaan ini sudah ditangani sepenuhnya oleh pihak Polsek Surade.

HIBURAN
Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Jumat, 9 Januari 2026 | 13:50

Musisi asal Gunung Kawi, Matoha Mino, merilis lagu berjudul Gunung Kawi sebagai bentuk respons terhadap persepsi yang menurutnya keliru dan telah lama berkembang di masyarakat terkait stigma tentang Gunung Kawi

BANDARA
Pasutri WN Pakistan Nekat Telan 159 Kapsul Sabu untuk Diselundupkan Lewat Bandara Soetta

Pasutri WN Pakistan Nekat Telan 159 Kapsul Sabu untuk Diselundupkan Lewat Bandara Soetta

Jumat, 9 Januari 2026 | 19:38

Sinergi antara Bea Cukai dan Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jaringan internasional.

BANTEN
Ada 1.362 Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Banten Sepanjang 2025

Ada 1.362 Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Banten Sepanjang 2025

Senin, 12 Januari 2026 | 09:37

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten kembali mencatat laporan 1.362 kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) sepanjang tahun 2025.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill