Connect With Us

Kabupaten Tangerang Seksi untuk Investasi Properti 

Tim TangerangNews.com | Minggu, 10 Oktober 2021 | 20:26

Para narsumber mengisi webinar yang diselenggarakan Paramount Land. (@TangerangNews / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Tren pencarian properti semakin mengarah ke wilayah barat Jakarta. Pasalnya, akses tol yang semakin  mudah dari berbagai arah. Tak terkecuali Kabupaten Tangerang yang semakin seksi untuk investasi properti. 

Potensi pertumbuhan properti di wilayah ini paling pesat dibandingkan kawasan lainnya di sekitar Jakarta. Baik dilihat dari sisi kenaikan harga, investasi, dan semakin lengkapnya fasilitas penunjang gaya hidup masyarakat. Selain itu kawasan ini menjadi menarik end user/investor karena didukung oleh aksesibilitas jalan tol Serpong-Balaraja-Bandara serta harga yang masih terjangkau terutama bagi kalangan muda dan milenial. 

Jalan tol Serpong-Balaraja sendiri akan menyambungkan jalan tol Bintaro-Serpong, yang juga akan menghubungkan Kota Tangerang Selatan dengan Kabupaten Tangerang. Ada banyak pembangunan proyek infrastruktur di wilayah ini yang akan menopang perkembangan sektor properti ke depannya. Oleh karenanya sebuah kota baru yang dikembangkan oleh Paramount Land, yaitu Paramount Petals yang berlokasi di Kabupaten Tangerang, merupakan salah satu pengembangan properti yang sangat berpotensi untuk berkembang dengan pesat ke depan.

Paramount Petals dikembangkan di tengah-tengah pengembang besar dengan fasilitas kota, serta akses tol langsung yang akan membuka konektivitas dengan kota-kota besar lainnya. Sesuai dengan tagline  ‘Lovable City’, Paramount Petals dirancang sebagai hunian yang dapat dinikmati dan ditempati oleh semua kalangan keluarga. Kami tidak hanya membangun kota tetapi juga mengelola kota tersebut sehingga memiliki value dan investasi di dalamnya dapat ikut berkembang. 

M. Nawawi, Direktur Marketing & Sales Paramount Land, menjelaskan, daya beli konsumen masih ada, termasuk daya beli kaum milenial. Kondisi pandemi memberi kesempatan masyarakat untuk dapat lebih menabung. Setiap orang yang menikah pasti membutuhkan rumah dan dengan tabungan yang mereka miliki dapat dijadikan uang muka untuk memiliki rumah. Dari data yang kami miliki, 10% proses penjualan itu dilakukan melalui digital. "Pada Juli 2021 yang lalu, kami telah memperkenalkan Paramount Petals dan melakukan soft launching klaster Aster, respon konsumen sangat baik dan tahap awal Aster terjual habis," pada Webinar bertajuk Properti di Barat Jakarta, Apakah Masih Menjadi Pilihan. Webinar menghadirkan narasumber Ali Tranghanda, pengamat properti sekaligus CEO Indonesia Property Watch, dan Heintje F. Mogi, Head of Non Branch Channel CIMB Niaga.

Menurut Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch, PPKM membuat masyarakat berhati-hati dalam mengeluarkan dana, demikian juga para investor sektor properti lebih berhati-hati dalam berinvestasi. Masyarakat sebenarnya masih menyimpan potensi daya beli terhadap sektor properti di era pandemi, hanya menunggu momentum tepat dan perlu diyakinkan. Informasi terkait produk properti dan kemudahan perbankan dalam membeli properti harus terus disampaikan kepada masyarakat.  (rls) 

NASIONAL
Gantikan Dadan, Kepala BGN Nanik Stop Tambah SPPG Baru

Gantikan Dadan, Kepala BGN Nanik Stop Tambah SPPG Baru

Kamis, 4 Juni 2026 | 22:50

Usai ditunjuk oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana, Nanik S. Deyang langsung membeberkan sejumlah langkah strategis ke depan.

KAB. TANGERANG
Kosmetik Ilegal Asal Tiongkok di Gudang Tangerang Berpotensi Rugikan Negara Rp4,78 Triliun

Kosmetik Ilegal Asal Tiongkok di Gudang Tangerang Berpotensi Rugikan Negara Rp4,78 Triliun

Jumat, 5 Juni 2026 | 23:07

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia menyita sebanyak sebanyak 2.082.039 pcs dari 956 item produk kecantikan impor ilegal dari sebuah gudang di wilayah Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, pada Jumat 5 Juni 2026.

BISNIS
Dampak Rupiah Melemah, Industri Minuman Kemasan Tertekan Biaya Produksi dan Daya Beli

Dampak Rupiah Melemah, Industri Minuman Kemasan Tertekan Biaya Produksi dan Daya Beli

Jumat, 5 Juni 2026 | 23:57

Industri makanan dan minuman nasional, khususnya sektor minuman kemasan, terus menunjukkan resiliensinya sebagai salah satu tulang punggung manufaktur di Indonesia.

OPINI
Memahami Dinamika Interaksi di Era Digital pada Zaman Sekarang

Memahami Dinamika Interaksi di Era Digital pada Zaman Sekarang

Kamis, 4 Juni 2026 | 21:36

Di era digital pada saat ini bagian yang tidak terpisahkan atau tidak bisa kita tinggalkan di kehidupan kita sebagai manusia adalah komunikasi yang di mana komunikasi itu bisa membuat atau menyampaikan berbagai informasi dengan cepat.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill