Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Mahasiswa berinisial FA yang dibanting aparat polisi dalam aksi unjuk rasa di Puspemkab Tangerang sempat dibawa ke rumah sakit, pada Rabu 13 Oktober 2021 sore.
Rekan korban, TA mengatakan, korban sudah diberi tindakan medis. Namun untuk hasilnya belum diketahui.
"Iya sudah dibawa ke rumah sakit Harapan Mulya. Cuma hasilnya belum keluar," ujarnya.
Korban juga sempat mengeluh kesakitan pada bagian tubuh termasuk kepalanya. Padahal saat ditanya keadaanya dan didampingi pihak Kepolisian, korban mengaku tidak merasa sakit.
"Iya korban mengeluhkan sakit di bagian kepala dan leher. Pokoknya area sekitar badan atas," jelasnya.
Seperti diketahui, seorang aparat polisi melakukan tindakan represif kepada mahasiswa dalam pengamanan aksi demo di depan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang.
Dalam video yang diterima TangerangNews, aparat polisi tersebut tampak membanting seorang mahasiswa hingga terkapar.
Adapun unjuk rasa mahasiswa dilakukan saat adanya rapat paripurna hari ulang tahun ke-389 Kabupaten Tangerang pada Rabu 13 Oktober 2021.
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGSekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.
Pecinta kuliner di wilayah Tangerang dan sekitarnya dapat kembali menikmati beragam masakan khas nusantara di Festival Kuliner Serpong (FKS) 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews