Connect With Us

Frustasi Bayar Hutang Pinjol, Janda di Kabupaten Tangerang Rela Jual Ginjal

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 29 Desember 2021 | 08:23

Ilustrasi pinjaman online. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Sungguh malang nasib Mila Kusuma. Janda empat anak ini terjerat hutang pinjaman online (Pinjol) hingga tak sanggup membayarnya.

Saking frustasinya, Mila yang tinggal di Kampung Rawa Lini, RT 01/07, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang ini berencana menjual ginjalnya.

Melalui pesan aplikasi Whats App, Mila menyebar pesan secara berantai menawarkan ginjalnya untuk dijual.

"Mohon bantuan, dukungan dan doa bapak ibu. Saya ibu Mila yang telah ditinggal mati suami selama 5 tahun, janda dengan masih menanggung anak 4 orang, 1 sudah menikah. Sudah sangat frustasi hampir bunuh diri berniat akan menjual ginjal saya untuk membayar utang yang tidak mampu saya membayarnya ke pinjol dan bangke (bank keliling), serta LKM dan koperasi kumpulan kurang lebih total sebesar Rp65 juta," tulisnya seperti dilansir dari Sindonews, Rabu 29 Desember 2021.

Mila mengaku, sudah melayangkan surat ke masjid dan yayasan setempat, serta Kepala Desa Teluknaga dan Kapolsek Teluknaga, namun masih belum mendapatkan jawaban maupun petunjuk.

"Sekali lagi maaf bukan saya mengemis, saya semampu saya terus berjuang untuk keseharian hidup saya. Tapi tidak ngepek kehutang saya yang berbunga bunga. Sekali lagi mohon bantuan dengan ikhlas," sambungnya.

Informasi mengenai Mila yang menjual ginjal diketahui tetangganya, Fani Qasthalany. Ia mengaku kaget membaca pesan tersebut.

Karena itu, ia bersama warga lainnya kerap memberikan sumbangan ala kadarnya kepada Mila.

"Iya, saya waktu Covid-19 cuma bisa kirim beras, terus berusaha patungan. Tapi ini makin bengkak utangnya. Sejak ditinggal mati, emang biaya sekolahnya free, tapi biaya hidupnya kali yang makin kejepit saat Corona," bebernya.

Fani dan Mila tinggal beda RT. Namun, sebagai sesama warga Desa Teluknaga, mereka saling mengetahui informasi yang berkembang di lingkungan. Meskipun keduanya tidak pernah bertemu dan saling mengenal.

"Ketemu langsung mah belum pernah, cuma ada tetangganya datang ke rumah. Minta tolong persoalan yang bersangkutan, tapi saya belum bisa bantu banyak, karena keterbatasan. Kalau enggak salah, bulan lalu saya nitipin buat yang bersangkutan buat beli beras," pungkasnya.

PROPERTI
Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:18

Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

TEKNO
Cek Loker hingga Harga Bahan Pokok Kini Bisa Lewat Aplikasi Tangsel One

Cek Loker hingga Harga Bahan Pokok Kini Bisa Lewat Aplikasi Tangsel One

Senin, 5 Oktober 2026 | 18:54

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.

KOTA TANGERANG
Cegah Kenakalan Remaja, 108 Polisi Jadi Bapak Asuh Pelajar di Sekolah Tangerang

Cegah Kenakalan Remaja, 108 Polisi Jadi Bapak Asuh Pelajar di Sekolah Tangerang

Kamis, 8 Oktober 2026 | 20:22

Polres Metro Tangerang Kota memperketat pendampingan terhadap para pelajar di wilayah hukumnya melalui optimalisasi peran Bhabinkamtibmas sebagai "Bapak Asuh".

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill