Connect With Us

Sejak 3 Tahun, Sembilan Ruang Kelas SMPN 2 Kosambi Tangerang Rusak Parah

Tim TangerangNews.com | Selasa, 18 Januari 2022 | 09:41

Salah satu ruang kelas SMPN 2 Kosambi, Kabupaten Tangerang, yang rusak. (@TangerangNews / Medcom)

TANGERANGNEWS.com - Sebanyak sembilan ruang kelas di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 di Desa Congklang, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten mengalami kerusakan yang cukup parah. Kondisi ini sudah terjadi sejak sekitar 3 tahun lalu.

Dengan rusaknya sembilan ruangan kelas, para siswa terpaksa harus belajar bergantian lantaran tak kebagian ruang kelas yang cukup memadai. "Kita mempunyai ruangan 21 kelas yang bisa digunakan hanya 14 kelas, kemudian ada sembilan kelas yang tak layak dipakai dalam belajar siswa," ujar  Kepala SMPN 2 Kosambi, Kusnandar di Tangerang, Senin 17 Januari 2022, dikutip dari Antara.

Kusnandar menyebutkan kondisi rusaknya sembilan ruang kelas tersebut sudah terjadi sejak lama yaitu pada bagian atap bocor, plafon lepas, lantai mengelupas serta kondisi tembok yang kumuh.

"Kurang lebih 2 sampai 3 tahunan, setahun sebelum pandemi, 2018. Dan saat ini lima ruangan kondisinya tidak ada meja dan kursi dari 9 ruang itu," terang Kusnandar.

Pada 2021 lalu, ujar dia, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang telah melakukan perbaikan di tiga ruangan kelas. Namun, hingga saat ini tersisa sembilan ruangan kelas lagi yang belum dilakukan perbaikan atau renovasi.

"Tahun 2021 kemarin, kita dapat tiga lokal perbaikan, sebelumya memang tidak ada perbaikan lagi," tuturnya.

Menurut Kusnandar, saat dirinya menjabat sebagai kepala sekolah di SMPN 2 Kosambi sejak lima bulan lalu, kondisi ruang kelas banyak yang rusak. Bahkan ada yang rusak berat dan mendesak untuk dilakukan perbaikan.

"Saya baru menempati sebagai kepsek sudah 5 bulanan, karena tidak ada usulan atau bagaimana. Tahun 2022 ini sudah saya ajukan untuk rehab dari sembilan kelas ini," ungkapnya.

Kusnandar berharap kepada instansi terkait agar segera membantu pihaknya untuk melakukan renovasi terhadap sembilan ruang kelas yang rusak, sehingga para siswa yang kini sedang melakukan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) terbatas dapat berjalan aman dan nyaman.

"Ada sembilan ruang kelas dan satu ruang itu yang sangat urgen untuk direhab. Bagaimanpun tidak bisa dipakai oleh siswa untuk belajar karena kondisi yang cukup parah," tutur Kusnandar.

PROPERTI
Sinar Mas Land Hadirkan Hunian Sekaligus Tempat Usaha Seharga Rp1,9 Miliar

Sinar Mas Land Hadirkan Hunian Sekaligus Tempat Usaha Seharga Rp1,9 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:00

Permintaan terhadap hunian dan ruang komersial berkonsep loft di wilayah Bogor terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat.

BANDARA
2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:40

Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill