Nikmati Kopi Sambil Merasakan Kehangatan Pelayanan Penyandang Disabilitas di Bisa Cafe Karawaci
Minggu, 26 Juli 2026 | 21:38
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TANGERANGNEWS.com-Pemuda berinisial VM, 26, yang ditemukan tewas gantung diri di kawasan Kelurahan Paninggilan, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Sabtu 12 Maret lalu, berstatus mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Pihak kampus angkat bicara ihwal mahasiswa berinisial VM tersebut yang masih tercatat sebagai mahasiswa UNJ sampai hari ini. VM diketahui mahasiswa Fakultas Teknik tepatnya jurusan Pendidikan Teknik Mesin angkatan 2014.
“VM tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Teknik UNJ. Sesuai di status pangkalan data pendidikan tinggi (PDDikti) yang bersangkutan masih tercatat mahasiswa," ujar Kepala Divisi Media dan Publikasi Humas UNJ Syaifudin seperti dilansir dari Detik, Minggu 13 Maret 2022.
Syaifudin menyebutkan UNJ mendapat informasi mengenai kondisi terakhir VM dan menyampaikan turut prihatin serta berduka cita. “Berdasarkan informasi yang didapat VM melakukan bunuh diri karena berbagai tekanan sosial yang dirasakan korban pada masalah sosial yang dihadapinya," kata Syaifudin.
Terkait soal kabar di media sosial bahwa VM pernah diadukan ke kampus, Syaifudin mengatakan bahwa selama ini tak ada laporan kepada pihak kampus. Selanjutnya dia
menyerahkan sepenuhnya kasus yang terjadi ini kepada pihak kepolisian.
“Tudingan yang berkembang di media sosial, sepenuhnya pihak UNJ serahkan kepada pihak kepolisian untuk proses lebih lanjutnya," tutur Syaifudin.
Diberitakan sebelumnya, VM ditemukan tewas gantung diri di kawasan Kelurahan Paninggilan, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang. Mayat tewas gantung diri tersebut ditemukan oleh orang tuanya. Terjadinya peristiwa tersebut dibenarkan Kapolsek Ciledug Kompol Poltar L Gaol. "Betul. Masih kita tangani," ujarnya, Sabtu 12 Maret 2022.
Orang tua korban, yakni S, menemukan korban tewas tergantung saat dirinya memasuki rumah. "Saat buka rumah dia sudah menemukan anaknya dalam kondisi menggantung," jelasnya.
Saat ini pihak kepolisian masih mendalami motif dari buhuh diri tersebut. "Masih kita dalami dengan berkoordinasi dengan Polres Metro Tangerang," ujar Poltar.
Adapun pihak keluarga korban saat ini belum dapat dimintai keterangan karena masih dalam keadaan berduka. "Untuk latar belakang sendiri ataupun kenapa sampai yang bersangkutan melakukan bunuh diri ini masih kita dalami,” kata Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Komarudin, Minggu 13 Maret 2022.
“Mungkin keluarganya mungkin ada yang tahu tapi karena suasana masih suasana duka kami menghargai keluarga almarhum kita pending dulu," lanjut Komarudin.
*Catatan redaksi:
Berita tersebut bukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Waspadai dan jangan meremehkan depresi. Bagi pembaca jika merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan masalah Anda.
Untuk bantuan krisis kejiwaan atau tindak pencegahan bunuh diri, selain bisa konsultasi ke Dinas Kesehatan setempat, juga bisa menghubungi kontak-kontak lembaga berikut untuk berkonsultasi:
Yayasan Pulih: (021) 78842580.
Hotline Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan: (021) 500454
LSM Jangan Bunuh Diri: (021) 9696 9293.
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TODAY TAGKasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.
Kabar gembira bagi masyarakat yang tengah berburu hunian layak dan terjangkau di Banten. Kawasan kota mandiri terbaru, Hunian Warisan Bangsa (HWB) Serang kini hadir untuk menjawab kebutuhan tempat tinggal para pekerja
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews