Connect With Us

Lahan Sengketa di Kosambi Tangerang Disebut Masuk Kawasan PIK 2

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 15 Maret 2022 | 23:10

Ilustrasi sertifikat tanah. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Lahan seluas 4.168 meter persegi di Salembaran Jaya, Kosambi, Kabupaten Tangerang yang disengketakan antara Ahmad Ghozali dan Tonny Permana ternyata masuk dalam kawasan pembangunan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.

Hal itu dikatakan dua saksi yakni Lukmanul Hakim Dalimunthe dan Suheri Hamid yang dihadirkan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Senin 14 Maret 2022. Menurut keduanya, di lahan tersebut sudah tertancap baliho yang menunjukkan bagian dari pembangunan PIK 2.

Terhadap keterangan para saksi, pihak penggugat maupun tergugat menyatakan keinginan untuk mengecek kebenarannya.

"Kita ingin ada pemeriksaaan lokasi, agar bisa lebih jelas semuanya," kata Hema Anggiat Simanjuntak, kuasa hukum Tonny Permana, Selasa 15 Maret 2022.

Sementara dalam persidangan, saksi Lukmanul Hakim Dalimunthe menceritakan, sejak Agustus 2018 hingga saat ini, dia bekerja untuk Tonny Permana.

Dia ditugaskan untuk mengawasi sejumlah aset milik pengusaha itu, termasuk tanah yang ada di wilayah Salembaran Jaya, Kosambi. Di lahan itu berdiri rumah yang diperuntukkan sebagai mes dan gudang. 

Dalam perjalanannya ada beberapa pihak mengklaim tanah yang sama. Bahkan ada sejumlah orang yang merobohkan batas lahan yang menurutnya milik Tonny Permana itu. "Mulai 2019 dirobohkan tembok milik Pak Tonny," kata Lukmanul.

Namun, saat ditanya kuasa hukum Tonny Permana siapa pihak yang melakukan perobohan. Lukmanul mengaku tidak mengetahui dan tidak mengenali pihak tersebut.

Dia sempat melaporkan hal itu kepada bosnya. Namun Tonny memintanya untuk tidak bertindak gegabah guna menghindari hal yang tak diinginkan. Kepada Lukmanul, Tonny mengaku akan menempuh upaya hukum.

Lukmanul juga mengaku tidak melakukan perlawanan atas tindakan pihak tersebut lantaran takut. "Tidak, karena mereka menggunakan banyak orang, jadi saya takut" jawabnya kepada kuasa hukum Tonny.

Lantas, Hema pun meminta majelis hakim mengeluarkan bukti sertifikat dan peta lokasi yang telah diberikan oleh pihaknya. Di hadapan majelis hakim dan para kuasa hukum tergugat dan penggugat, ditunjukkan titik lokasi mana saja yang dimilik Tonny Permana.

Ketua majelis hakim menanyakan kepada Lukmanul, apakah di lahan itu telah dibangun ruko dan siapa pemiliknya. “Iya yang mulia, ada Rukan (Rumah kantor) Osaka. Rukan bukan punya Pak Tonny, tanahnya saja,” tutur Lukmanul. 

Sementara saat ditanya Retno Purwaningsih, kuasa hukum Ahmad Ghozali, terkait pihak mana yang membangun ruko tersebut. Saksi mengaku tidak tahu, tapi ia melihat ada baliho Ruko Osaka PIK 2.

Sementara saksi lainnya, Suheri Hamid, menguatkan pernyataan yang telah dilontarkan oleh Lukmanul sebelumnya. Di hadapan majelis hakim, Suheri mengaku tidak tahu pihak mana melakukan pembangunan itu. "Saya tidak tahu.  Yang jelas di situ ada baliho yang tulisannya PIK 2 dan Rukan Osaka," tambah Suheri.

Stephanus Randy selaku penggugat mengatakan, pihaknya tak lantas percaya dengan pernyataan saksi fakta yang diajukan oleh pihak Tonny Permana tersebut. Kesaksian para saksi itu harus diuji kebenarannya di persidangan. 

“Intinya saksi itu jangan kita telan 100 persen. Makanya ada fungsi proses persidangan kesaksiannya itu kita uji kebenarannya secara materil. Ikuti saja proses persidangannya. Nanti terbukti kok semuanya,” singkat Randy.

NASIONAL
Kanker Payudara Stadium Lanjut Bukan Akhir Segalanya, Simak Terapi Modern Fokus Kendalikan Sel

Kanker Payudara Stadium Lanjut Bukan Akhir Segalanya, Simak Terapi Modern Fokus Kendalikan Sel

Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:05

Mendengar diagnosis kanker payudara stadium lanjut kerap memicu kepanikan, rasa sedih, hingga perasaan putus asa pada pasien dan keluarga. Kondisi ini sering kali dianggap sebagai garis akhir karena penyakit dinilai sudah sulit disembuhkan.

HIBURAN
Halloween Makin Seru di Living World Alam Sutera, Ada Singing Pumpkin hingga Kompetisi Kostum

Halloween Makin Seru di Living World Alam Sutera, Ada Singing Pumpkin hingga Kompetisi Kostum

Senin, 26 Oktober 2026 | 18:23

Living World Alam Sutera menghadirkan rangkaian Halloween Spooky Garden yang berlangsung hingga 1 November 2026.

KAB. TANGERANG
Remaja di Tangerang Bikin Home Industry Tembakau Sinte, Dijual Lewat Instagram, Nilainya Capai Rp400 Juta

Remaja di Tangerang Bikin Home Industry Tembakau Sinte, Dijual Lewat Instagram, Nilainya Capai Rp400 Juta

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:08

Enam orang yang mayoritas masih berusia remaja ditangkap Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Tangerang lantran menjalankan home industry narkotika sintetis. Mereka ditangkap di sebuah kontrakan dengan lokasi yang berbeda.

TANGSEL
Kasus Bullying Pelajar di Tangsel Makin Parah, Komisi III DPR RI Desak Pembentukan UU Anti-Perundungan

Kasus Bullying Pelajar di Tangsel Makin Parah, Komisi III DPR RI Desak Pembentukan UU Anti-Perundungan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:16

Berulangnya insiden perundungan yang menimpa pelajar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), memicu keprihatinan serius dari jajaran DPR RI.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill