Connect With Us

Kasus PKH, Kejari Tangerang Tetapkan Dua Tersangka Baru 

Tim TangerangNews.com | Senin, 21 Maret 2022 | 20:58

| Dibaca : 636

Kepala Kejari Kabupaten Tangerang Nova Elida Saragih memberikan keterangan pers pengungkapan kasus tindak pidana korupsi PKH. (Foto (@TangerangNews / Antara)

TANGERANGNEWS.com–Penanganan dugaan tindak pidana korupsi kasus pungutan liar bantuan dana Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Tangerang periode 2018-2019 terus bergulir. Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang, Banten menetapkan dua tersangka baru kasus tersebut di empat desa/kelurahan di Kecamatan Tigaraksa.

“Hasil pemeriksaan dan pengumpulan data di lapangan oleh Kejari dan menemukan dua alat bukti, maka kami resmi mengumumkan atas kegiatan PKH tahun 2018-2019, dua orang kami nyatakan sah sebagai tersangka,” kata Kepala Kejari Kabupaten Tangerang Nova Elida Saragih dalam jumpa pers di Tangerang, Senin 21 Maret 2022, seperti dikutip dari Antara.

Nova mengatakan,  kedua tersangka baru yang telah ditetapkan ini berinisial ADP dan YN dengan peran masing-masing selaku pendamping sosial bantuan dana PKH di Kabupaten Tangerang.

“Dari kedua tersangka tindak pidana korupsi itu telah mendampingi 600 keluarga penerima manfaat (KPM) di empat desa/kelurahan,” ujar Nova.

Ia menyebutkan, ADP sebagai pendamping PKH dari 2018-2019 sebanyak 265 KPM yang berada di Desa Bantar Panjang, Pasir Nangka, dan Margasari. Sedangkan YN mendampingi sebanyak 335 KPM di Desa Cileles.

Lebih lanjut Nova menjelaskan modus yang dijalankan para tersangka, yakni dengan melakukan penarikan uang melalui BriLink dan memotong atas uang yang ditarik dari masing-masing rekening dan mencabut buku tabungan milik KPM.

"Mereka (tersangka) menarik uang dari ATM milik KPM melalui BriLink dan mencabut buku tabungan," tuturnya.

Akibat dari tindakan penyalahgunaan tersebut, ujar Nova, negara mengalami kerugian mencapai Rp635.592.071.

Atas perbuatannya, tambah Nova, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

BISNIS
Hadir di Kota Tangerang, 5asec Tawarkan Layanan Laundry Premium

Hadir di Kota Tangerang, 5asec Tawarkan Layanan Laundry Premium

Minggu, 26 Juni 2022 | 13:16

TANGERANGNEWS.com-5asec, jasa laundry asal Prancis melebarkan sayapnya di Kota Tangerang dengan menawarkan layanan premium laundry dan dry celaning.

AYO! TANGERANG CERDAS
Dindik Kota Tangerang Terapkan Sekolah Branding Tonjolkan Keunggulan

Dindik Kota Tangerang Terapkan Sekolah Branding Tonjolkan Keunggulan

Selasa, 24 Mei 2022 | 23:43

TANGERANGNEWS.com-Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Tangerang menerapkan Sekolah Branding terhadap sekolah-sekolah tingkat SD hingga SMP, untuk menonjolkan ciri khas dan keunggulannya.

MANCANEGARA
Punya Tangan dan Kaki Seperti Laba-laba, Bocah Ini Dianggap Titisan Dewa

Punya Tangan dan Kaki Seperti Laba-laba, Bocah Ini Dianggap Titisan Dewa

Rabu, 1 Juni 2022 | 16:31

TANGERANGNEWS.com-Balita di India memiliki kekurangan fisik yang tidak biasa, dimana memiliki dua lengan dan dua kaki tambahan yang menonjol dari area perut dan pinggang.

BANTEN
Membahayakan, 80 Truk Parkir di Bahu Jalan Tol Tangerang-Merak Ditertibkan

Membahayakan, 80 Truk Parkir di Bahu Jalan Tol Tangerang-Merak Ditertibkan

Kamis, 23 Juni 2022 | 16:08

TANGERANGNEWS.com-Puluhan truk yang parkir di bahu jalan Tol Tangerang-Merak ditertibkan lantaran membahayakan pengguna jalan. Penertiban dilakukan oleh Astra Tol Tangerang-Merak pada 21-22 Juni 2022.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill