2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi
Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:40
Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.
TANGERANGNEWS.com-Kebakaran yang mengakibatkan 43 kios hangus dilalap api di Pasar Komplek Mutiara Garuda, Desa Kampung Melayu Timur, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang menyebabkan kerugian mencapai Rp1 miliar.
"Kerugian ditaksir sekitar Rp1 miliar lebih terdiri dari nilai bangunan dan kerugian penyewa kios berupa pakaian, mainan anak dan lainnya," kata Abdul Munir, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tangerang, Selasa 29 Maret 2022.
Sementara itu BPBD sudah melakukan investigasi penyebab kebakaran dengan mengecek langsung lokasi dan menginterview petugas keamanan serta pengelola pasar di kantornya.
Menurut Munir, kios yang dikelola PT Indo Global Adyapratama tersebut dipastikan terbakar akibat korsleting listrik salah satu kios.
"Pengelola menyewakan kios kepada pedagang sekitar 3 juta perbulan, sedangkan fasilitas listrik tidak disediakan, penyewa sendiri yang menyediakan listrik," jelas Abdul Munir.
Diketahui sebelumnya pada Jumat 25 Maret 2022, sekitar pukul 06.30 WIB, terjadi kebakaran yang mengakibatkan 45 kios ludes dan tiga orang luka ringan.
Pada peristiwa tersebut tim BPBD Kabupaten Tangerang menerjunkan 3 unit pemadam kebakaran dan 16 orang personil. Api berhasil dipadamkan dan tidak merambat ke rumah warga.
Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.
TODAY TAGRS Mandaya Royal Puri resmi meluncurkan Limfedema Center pada Sabtu, 17 Oktober 2026,bertepatan dengan momentum Breast Cancer Awareness Month atau Bulan Kesadaran Kanker Payudara.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews