KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Sejumlah nelayan di wilayah pesisir Kabupaten Tangerang bagian utara mengaku tidak berani melaut mencari ikan terlebih dahulu dengan kondisi saat ini. Alasannya, dengan harga BBM yang sedang tinggi, nelayan harus lebih memiliki strategi agar tidak merugi.
“Harus lebih hati-hati dalam melaut, karena kondisinya belum stabil. Terlebih BBM harganya naik. Lebih baik berhenti dulu melaut, harus pintar-pintar bikin strategi jika sudah seperti ini,” tutur salah satu nelayan di Desa Surya Bahari, Kecamatan Pakuhaji, Ahmad Topik kepada TangerangNews, hari ini.
Menurut Ahmad, sudah kurang lebih dua pekan ini harga solar di warung mencapai Rp7.000 per liter. “Itu pun kalau ada, kan lagi susah juga BBM jenis solar. Sudah tidak bisa berbuat banyak, antrean juga terjadi,” jelasnya.
Tidak hanya soal BBM yang naik, tetapi juga menurut Ahmad, cuaca buruk berupa gelombang dan arus yang terjadi di laut menjadi faktor atas berkurangnya hasil tangkapan ikan nelayan. “Faktor alam juga, jadi harus irit-irit nih. Saya putuskan pilih saat kondisi baik saja nanti melautnya,” ungkapnya.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGTiga sarana olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi ditunjuk sebagai lokasi pertandingan untuk tiga cabang olahraga (cabor) dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026.
Calon pembeli rumah kini bisa melihat langsung hunian Allurea Type E di Asthara Skyfront City.
Di tengah keterbatasan akses akibat kondisi geografis kepulauan, SD Negeri Pulo Panjang 2, Kabupaten Serang, mendapat tambahan fasilitas pendidikan melalui program Bridge Banten dari PT PLN (Persero) UID Banten.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews