Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Warga dan pengguna jalan mengeluhkan kondisi jembatan penghubung antara Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan, yang retak.
Jembatan yang terletak di antara Kecamatan Cisauk dan Kecamatan Setu ini mengalami keretakan di lima titik. Kondisi ini kerapkali menjadi sebab kecelakaan, khususnya roda dua yang melintas.
Warga sekitar Afriansyah mengaku khawatir, keretakan jembatan dengan ukuran sekitar 20 sentimeter akan terus melebar sampai tidak bisa diperbaiki.
"Sering kecelakaan di jembatan itu. Pengendara yang tidak tau banyak retakan pasti ngebut, makanya sering banyak yang jatuh,'' terangnya.
Selain kondisi jalan, warga mengeluhkan minimnya penerangan jalan pada jembatan. Sehingga jembatan sangat gelap saat malam hari.
Pengguna jalan, Suherlan, yang kerap melintasi jembatan tersebut juga mengaku resah. ''Saya sebagai pengendara juga risih. Waktu awal saya lewat sini, malem hari hampir jatoh karena tidak tahu kalo ada retakan yang cukup gede,'' ucapnya.
Harapan warga juga pengendara yakni jembatan agar segera diperbaiki agar setiap pengendara aman.
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGRichard Lee menantang Samira Farahnaz alias Doktif untuk hadir dalam sidang kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang menjerat dirinya sebagai terdakwa.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews