Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com-Seorang keponakan berinisial MF, 28, tega membacok pamannya sendiri, MD, 31, hanya karena perkara tidak dikasih rokok di Kawasan Balaraja, Kabupaten Tangerang. Peristiwa ini terjadi pada Selasa, 2 Agustus 2022.
"Karena megang rokok korbannya, kadang-kadang dia (pelaku) minta kopi gitu. Terus enggak diladenin oleh pelaku terus cekcok. Awalnya cekcok mulut gitu akhirnya sampai ngerebut golok itu," kata Endang, saksi mata, Rabu, 3 Agustus 2022.
Menurutnya, golok yang digunakan pelaku didapatinya dari seseorang yang sedang melintas di dekatnya. Adapun orang tak dikenal tersebut membawa golok untuk memangkas daun di perkarangan setempat.
"Eh goloknya dirampas, goloknya dikempit gitu di pinggang. Pas golok sudah diambil langsung ngeburu korban lagi tuh dibacokin. Kan ditangkis sama korban ni, ya tangannya putus," jelas Endang.
Endang menyatakan, antara pelaku dan korban masih punya hubungan keluarga. Dia menyebut, pelaku mengidap penyakit kejiwaan dan menganggur. Akibat bacokan yang dilakukan pelaku, korban mengalami luka-luka di tubuhnya.
"Jadi orangnya agak-agak kurang normal, ada gangguan, stress orangnya. Enggak normal saja lah," jelas Endang.
Setelah kejadian itu, korban dibawa ke RSUD Balaraja. Sedangkan pelaku diamankan warga, lalu dibawa ke Polsek Balaraja.
Kapolsek Balaraja Kompol Yudha Hermawan menuturkan, korban sudah membuat pelaporan terkait insiden ini.
"Pelaku sudah diamankan di polsek, korbannya sudah dioperasi. Mungkin hari ini dilakukan pemeriksaan, karena korbannya baru buat laporannya hari ini," pungkasnya.
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGSejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh
Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews