Connect With Us

Pasar Modern Intermoda BSD Bangkitkan Ekonomi Musisi dan UMKM Lewat Festival Musik

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 14 Agustus 2022 | 11:00

Gita Swarantika, Owner GS Food Management memberikan hadiah kepada salah satu pemenang Music Festival Band Competition di Pasar Modern Intermoda BSD, Cisauk, Kabupaten Tangerang, Sabtu 13 Agustus 2022, malam. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Melihat kondisi selama pandemi Covid-19 yang berdampak pada perekonomian masyarakat, GS Food Management mencoba membangkitkan semangat pemusik melalui ajang kompetisi bertajuk “Music Festival Band Competition”.

Kompetisi ini digelar di Pasar Modern Intermoda BSD, Cisauk, Kabupaten Tangerang, mulai 6-7 Agustus, dan finalnya berlangsung pada Sabtu 13 Agustus 2022.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar yang hadir dalam event ini memberi dukungan penuh. Menurutnya, berbagai kegiatan sangat diperlukan untuk membangkitkan perekonomian, seperti festival musik di Pasar Modern Intermoda BSD yang mengelola banyak UMKM.

"Event atau pun acara festival, itu trigger pemicu bergeraknya UMKM. Kalau pemerintah daerah mendukung semua upaya dalam rangka penanganan ekonomi. Meskipun dampaknya tidak dapat dilihat secara langsung, selama UMKM masih bisa berjualan, masih survive itu sudah sangat bagus," jelasnya, Sabtu 13 Agustus 2022.

Gita Swarantika, Owner GS Food Management mengatakan event yang baru pertama kali digelar ini bertujuan untuk membangkitkan kembali semangat musisi yang redup hampir dua tahun pandemi. Di lokasi festival juga ada sekitar 100 pelaku UMKM, khususnya kuliner, yang terdampak.

Saat dibuka, kompetisi ini mendapat respon yang besar di mana puluhan grup musik mendaftarkan diri sebagai peserta. "Mereka bukan cuma berasal dari Tangerang, melainkan Jakarta, Depok, Serang, Cilegon dan Bekasi," katanya.

Juri yang dilibatkan pun tidak sembarangan. Ada musisi dan pencipta lagu seperti Pedro Lohy, Ale Funky, Radith dan Mika Grup. Mereka akan menentukan band terbaik, dari sebelumnya 15 peserta yang lolos seleksi hingga mengerucut menjadi tujuh finalis.

Ketujuh grup finalis itu, di antaranya Anak Mama, Rainmaker, Go Tunes, Bultong, The Four, Floss dan Tez. "Pada malam final mereka berunjuk gigi untuk memperebutkan piala dan uang tunai sebesar Rp15 juta,” ungkap Gita.

Selain ajang festival, pihaknya berencana membangun manajemen publish musik, khususnya untuk grup band yang menjadi juara dan talent berbakat.

"Pemenang kompetisi akan menjadi band reguler yang akan tampil di pasar modern yang dikelola GM Food Management.  Kami juga akan bekerja sama dengan player music online (layanan musik) seperti Youtube Musik, Langit Musik, Spotify, Apple Music, Deezer dan lainnya,” ungkap Gita.

BANTEN
Cuaca di Banten Makin Panas, BMKG Sebut Mulai Masuki Musim Kemarau

Cuaca di Banten Makin Panas, BMKG Sebut Mulai Masuki Musim Kemarau

Rabu, 10 Juni 2026 | 05:39

Masyarakat Banten belakangan merasakan suhu udara yang lebih panas dari biasanya. Kondisi tersebut ternyata berkaitan dengan peralihan musim yang sedang berlangsung di wilayah Banten.

WISATA
Beri Nuansa Beda, Novotel Tangerang Hadirkan Promo Santap All You Can Eat Mongolian BBQ sambil Nikmati Pertunjukan Budaya Nusantara

Beri Nuansa Beda, Novotel Tangerang Hadirkan Promo Santap All You Can Eat Mongolian BBQ sambil Nikmati Pertunjukan Budaya Nusantara

Senin, 8 Juni 2026 | 15:10

Masyarakat Kota Tangerang dan sekitarnya berkesempatan menikmati pertunjukan budaya Nusantara sambil menyantap hidangan makan sepuasnya yang digelar Novotel Tangerang sepanjang Juni 2026.

SPORT
Boyong Shin Tae-yong, Persija Siapkan Dana Rp545 Miliar untuk Belanja Pemain Musim 2026/2027 

Boyong Shin Tae-yong, Persija Siapkan Dana Rp545 Miliar untuk Belanja Pemain Musim 2026/2027 

Senin, 8 Juni 2026 | 17:38

Persija Jakarta menyiapkan anggaran besar mencapai Rp545 miliar untuk mendukung proyek pembangunan tim bersama pelatih anyar Shin Tae-yong menghadapi kompetisi Super League 2026/2027.

BISNIS
Dampak Rupiah Melemah, Industri Minuman Kemasan Tertekan Biaya Produksi dan Daya Beli

Dampak Rupiah Melemah, Industri Minuman Kemasan Tertekan Biaya Produksi dan Daya Beli

Jumat, 5 Juni 2026 | 23:57

Industri makanan dan minuman nasional, khususnya sektor minuman kemasan, terus menunjukkan resiliensinya sebagai salah satu tulang punggung manufaktur di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill