Connect With Us

Warga Perumahan Kutabumi Tangerang Protes RTH Berubah Jadi Lapak Pedagang

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 6 Oktober 2022 | 13:26

Serah terima fasilitas umum berupa ruang terbuka hijau (RTH) diprotes Warga Perumahan Kutabumi 5, Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang lantaran fungsinya berubah menjadi bangunan lapak pedagang, Rabu 05 Oktober 2022. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Sejumlah warga Perumahan Kutabumi 5, Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang memprotes berubahnya fasilitas umum berupa ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan tersebut, menjadi bangunan lapak pedagang.

Aksi protes itu dilakukan saat kegiatan verifikasi dan penyerahan Prasarana Sarana Umum (PSU) Perumahan Kutabumi, dari pengembang ke pihak Dinas Perumahan Pemukiman dan Pemakaman (DPPP) Kabupaten Tangerang, Rabu 05 Oktober 2022.

Reza salah waktu warga mengaku tidak terima adanya perubahan fungsi fasos fasum jadi lahan komersil. Padahal temuan itu sudah diketahui tim PSU sejak pendataan dan pra-verifikasi hingga verifikasi. Namun belum ditindaklanjuti untuk dikembalikan sesuai peruntukannya.

"Saya tidak terima adanya perubahan fungsi RTH menjadi lahan komersil. Ini merugikan hak saya dan juga warga lainnya karena saat membeli rumah ada biaya strategis dan dekat dengan RTH," tegasnya.

Kenyataannya saat ini lahan untuk fasilitas warga itu sudah dikomersilkan menjadi bangunan lapak pedagang, sehingga dinilai merampas hak warga.

"Saya dan anak-anak saya membutuhkan fasilitas ruang taman bermain dan lain sebagainya. Mohon kembalikan fungsi RTH sesuai site plan yang ada," tandas Reza.

Menurutnya, beberapa tahun lalu saat pembangunan lapak pedagang tersebut, ia pernah melakukan protes ke pemerintahan desa hingga dinas terkait, namun sayang tidak ada tindak lanjutnya hingga saat ini. 

Plt. Sekretaris DPPP Kabupaten Tangerang Nursyamsu ketika dikonfirmasi terkait perubahan fungsi fasos fasum tersebut beberapa waktu lalu mengatakan temuan itu akan menghambat proses serah terima. Meskipun sudah digelar acara serah terima PSU dari pengembang kepada tim PSU, tetapi tahapannya masih panjang.

Semua dinas terkait harus menandatangani berita acara dan dalam proses tersebut. Sebelum diteken oleh Sekretaris Daerah hingga Bupati, semua temuan penyalahgunaan fungsi fasos fasum itu harus dikembalikan sesuai peruntukannya. 

"Saat ini fasos fasum itu masih menjadi wewenang pihak pengembang untuk mengembalikan fungsinya sesuai site plan yang ada. Sebaiknya agar tidak menghambat proses ini, semua pihak termasuk warga harus bisa bekerjasama supaya RTH dikembalikan sesuai peruntukannya," terangnya.

Pihaknya akan tegas sesuai peraturan yang ada dan tidak akan menerima ataupun menandatangani penyerahan PSU jika tidak sesuai peruntukannya.

"Pengembang bisa meminta bantuan kepada Camat atau Satpol PP untuk membongkar bangunan tersebut, sehingga warga tidak dirugikan atas haknya," kata Nursyamsu.

 

BISNIS
IHSG Anjlok 4,31 Persen, Indonesia Terancam Jadi Setara Zimbabwe

IHSG Anjlok 4,31 Persen, Indonesia Terancam Jadi Setara Zimbabwe

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:37

IHSG kembali dibuka dalam tekanan berat pada perdagangan Senin, 19 Oktober 2026. Indeks Harga Saham Gabungan langsung anjlok 4,31% ke level 4.961,87 atau turun 223 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. 

KOTA TANGERANG
Sejumlah Rumah Warga Tergenang Air Gegara Tanggul Irigasi Cadas-Kukun Jebol

Sejumlah Rumah Warga Tergenang Air Gegara Tanggul Irigasi Cadas-Kukun Jebol

Senin, 19 Oktober 2026 | 15:47

TANGERANGNEWS.com-Tanggul pada Kali Irigasi Cadas-Kukun yang berlokasi di Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Jebol pada Sabtu 17 Oktober 2026.

BANDARA
2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:40

Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill