Nikmati Kopi Sambil Merasakan Kehangatan Pelayanan Penyandang Disabilitas di Bisa Cafe Karawaci
Minggu, 26 Juli 2026 | 21:38
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TANGERANGNEWS.com-Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat telah terjadi tren penurunan angka pengangguran di Kabupaten Tangerang di tahun 2022,
Tercatat jumlah angkatan kerja menganggur pada tahun tersebut sebanyak 155.000 jiwa atau 7,88 persen. Angka ini turun dari tahun sebelumnya sebesar 9,06%.
Kepala BPS Kabupaten Tangerang Husin Maulana menjelaskan angka tersebut didapat dari pembagian jumlah angkatan kerja yang menganggur dengan angkatan kerja.
Ia mengatakan, angkatan kerja sendiri merupakan penduduk yang telah berumur 15 tahun ke atas dan telah bekerja minimal satu jam setiap hari.
"Kalau tidak salah 9,06 tahun 2021, sekarang kan 7,88%. Itu di dapat dari jumlah angkatan kerja yang menganggur dibagi dengan angkatan kerja," katanya kepada Tangerangnews.com pada Rabu 4 Januari 2023.
Husin Maulana menyebut tren penurunan angka pengangguran di wilayahnya terjadi berkenaan dengan aktivitas ekonomi yang sudah berjalan sejak pandemi Covid-19.
Ia merinci, jumlah angkatan kerja yang menganggur pada tahun 2017 sebesar 10,5%. Lalu menjadi 9% pada tahun 2018 dan tahun 2019 sebesar 8,9%.
Kemudian, jumlah pengangguran naik signifikan menjadi 13% pada tahun 2020. Namun turun kembali ke angka 9% pada tahun 2021 dan tahun 2022 menjadi 7,88%.
"Sekarang ini angkanya malah di bawah sebelum pandemi," katanya.
Meski demikian, dirinya memprediksi jumlah pengangguran akan mengalami kenaikan kembali. Hal itu katanya, disebabkan karena ketidakpastian laju pertumbuhan ekonomi pada tahun ini.
"Kalau saya lihat 2023 masih dalam suasana ketidakpastian. Kalaupun naik ga akan naik drastis," pungkasnya.
TODAY TAGMenikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.
Di tengah ritme kehidupan urban yang serba cepat, standar kemewahan sebuah hunian telah bergeser secara fundamental.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews