KRL Tangerang Sempat Lumpuh, Penumpang Menumpuk di Stasiun Duri hingga Malam Hari
Kamis, 28 Mei 2026 | 13:01
Perjalanan KRL Commuter Line lintas Duri-Tangerang sempat mengalami gangguan pada Selasa, 26 Mei 2026, sore, lalu.
TANGERANGNEWS.com- Sejumlah titik di wilayah Tangerang mengalami macet hingga mengular pagi ini, Rabu 15 Maret 2023.
Kemacetan ini terjadi pada beberapa titik di Kabupaten Tangerang di antaranya Pasar Kemis, Kuta Jaya, Kutabumi, Jatimulya, dan Kosambi.
Banjir akibat hujan deras yang mengguyur saat dini hari diduga menjadi penyebab kemacetan panjang tersebut terjadi.
Tampak jalanan dipenuhi para pemotor dan pengemudi mobil yang hendak bekerja, suasana tersebut terlihat sesak.
Keadaan macet diperparah dengan para pemotor yang tidak sabar hingga menyerobot jalan yang seharusnya dua jalur menjadi satu jalur di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.
Selain itu, kemacetan pun terjadi di jalur Jatake-Bitung gegara peristiwa kecelakaan yang melibatkan seorang pemotor terlindas truk akibat jalanan licin usai hujan.
Dalam unggahan @abouttng, kemacetan tersebut memanjang hingga arah Citra Raya, Kabupaten Tangerang.
Lalu, dari arah Neglasari Kota Tangerang ke Citra Raya Kabupaten Tangerang yang biasanya dapat ditempuh dalam waktu satu jam gegara macet membutuhkan waktu yang lebih lama. Bahkan, tidak ada tanda-tanda pergerakan meski sudah dua jam berlangsung.
Kondisi kemacetan itu pun menyebabkan lalu lintas di Tangerang mengalami lumpuh total, hingga para pekerja terlambat masuk kerja gegara terjebak macet.
Perjalanan KRL Commuter Line lintas Duri-Tangerang sempat mengalami gangguan pada Selasa, 26 Mei 2026, sore, lalu.
TODAY TAGHalaman kantor PT PLN (Persero) UP3 Serpong mendadak dipenuhi motor listrik milik komunitas ALVA sebelum memulai perjalanan touring.
Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.
Kini wajah Situ Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, berubah total. Situ seluas 22 hektar ini dulunya dikenal sebagai area terbengkalai. Ilalang tinggi, semak liar, hingga kesan menyeramkan pernah melekat di kawasan tersebut.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews