Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi
Jumat, 18 September 2026 | 20:40
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TANGERANGNEWS.com- Pasar Kemis Kabupaten Tangerang masuk dalam daftar wilayah dengan kualitas udara terburuk se-Asia Tenggara sepanjang 2022 versi IQAir.
Dalam data yang dirilis oleh IQAir, Pasar Kemis menempati posisi pertama di Asia Tenggara, sementara rank dunia berada di urutan ke 107.
Pasalnya, Pasar Kemis memperoleh angka 49,6 PM dari 2,5 particles. Menurut IQAir, pengukuran ini didasarkan pada konsentrasi tinggi partikel (PM) 2,5 di setiap kota di seluruh dunia.

PM 2,5 ialah partikel diameter 2,5-mikrometer (1 mikrometer=0,001 mm). Pasar Kemis terpaut cukup jauh dari sejumlah wilayah lainnya, seperti Hanoi dari Vietnam di posisi kedua (40,1), posisi ketiga Cileungsir dari Indonesia (36,6).
Lalu, posisi keempat ditempati oleh Jakarta dari Indonesia (36,2), dan posisi kelima Bekasi dari Indonesia (35,4) seperti dilansir, Senin 10 April 2023.
"Polusi udara di sebagian besar kota disebabkan oleh pembangkit listrik tenaga batu bara, kebakaran hutan, dan kerusakan lahan gambut, sedangkan polusi di kota-kota besar terutama disebabkan oleh emisi kendaraan," kata tim IQAir.
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TODAY TAGBerdasarkan hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) terhadap sekitar 292 ribu pelajar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), terungkap bahwa 13 persen di antaranya mengalami anemia, yang mayoritas menyerang remaja putri.
PT Selaras Jaya Sakti, distributor resmi produk marine coating dan protective coating dari merek International Paint (AkzoNobel), memperkuat jaringan bisnis dan kedekatan dengan mitra industri di wilayah Banten.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews