Driver Ojol Menangis di Polsek Kelapa Dua, Jadi Korban Penipuan Orderan Fiktif
Rabu, 2 April 2025 | 12:33
Seorang Driver Online menangis saat di kantor Polsek Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, pada dini hari, Selasa 2 April 2025.
TANGERANGNEWS.com-Seorang wanita berinisal DA, 20, menjadi korban pelecehan di kawasan Lippo Karawaci, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Sabtu 11 November 2023, malam.
Peristiwa itu terjadi saat dia tengah menumpangi ojek online (ojol) dari Kelapa Dua menuju rumahnya di Perumahan Lippo Karawaci.
Sebelumnya, DA merasa diikuti oleh dua pria yang berboncengan satu sepeda motor. Pelaku mengikutinya hingga ke jalan dekat Universitas Pelita Harapan (UPH).
"Saya curiga motor pelaku mepet-mepet motor ojek yang saya tumpangi. Awalnya curiga kalau mau jambret HP saya. Jadi HP dan tas saya pegang kenceng," katanya kepada Tangerangnews.
Sesampainya dekat kampus UPH, sekitar pukul 20.19 WIB, tiba-tiba saja pelaku mendekat dan mencolek pahanya dari sebelah kanan. Sontak saja DA berteriak karena terkejut.
"Disitu kondisi jalannya gelap, saya reflek kaget, bilang ke sopir ojol kalau paha saya dicolek. Lalu saya rekam wajah pelaku sambil meneriaki mereka, tapi mereka malah senyum-senyum nantangin," pungkas DA.
Dalam rekaman video tersebut, pelaku diketahui mengendarai Honda Beat Street dengan nomor polisi B-3742-CST. Wajah keduanya tampak jelas lantaran tidak mengenakan helm.
Setelah wajah mereka direkam, kedua pelaku melarikan diri dengan berbelok ke arah underpass Islamic Village. Sedangkan DA mengaku shock atas kejadian tersebut.
"Masih takut lewat situ. Padahal saya pakai baju biasa saja, tidak terbuka sama sekali. Mudah-mudahan ada efek jera buat pelaku," tegas DA.
Seorang Driver Online menangis saat di kantor Polsek Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, pada dini hari, Selasa 2 April 2025.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menetapkan daftar mata pelajaran yang akan diujikan dalam Tes Kompetensi Akademik (TKA), yang menjadi pengganti Ujian Nasional (UN) bagi peserta didik sekolah.
Di balik cahaya lampu yang menyala di rumah, masjid, dan jalanan saat Hari Raya, ada sosok yang rela meninggalkan kebersamaan dengan keluarga demi menjaga keandalan listrik.
Lagi dan lagi pelecehan seksual terhadap anak terus saja terjadi. Berulangnya peristiwa ini menunjukkan bahwa masalah ini bukan sekadar kesalahan pada oknum, melainkan memang ada yang salah dari pengurusan negara ini.