Driver Ojol Menangis di Polsek Kelapa Dua, Jadi Korban Penipuan Orderan Fiktif
Rabu, 2 April 2025 | 12:33
Seorang Driver Online menangis saat di kantor Polsek Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, pada dini hari, Selasa 2 April 2025.
TANGERANGNEWS.com-Sepeda motor milik pegawai Toko Babysay Shok raib digondol maling, di depan Ruko Serpong Garden, Jalan Serpong Garden, Cibogo, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Sabtu 13 April 2024.
Peristiwa tersebut terjadi ketika korban, Restina, yang merupakan warga Bambu Apus, Pamulang, Tangsel sedang bekerja di toko perlengkapan bayi tersebut.
Saat keluar, ia kaget sepeda motor Honda Beat nopol B-3238-WAT miliknya sudah tidak ada di tempat parkir.
"Iya itu kendaraan saya sehari-hari untuk berangkat kerja. Awalnya saya tidak menyangka terjadi pencurian motor di lokasi ini, padahal sama Polsek Cisauk berdekatan," ujarnya.
Ketika dicek di CCTV, terlihat pelaku dengan santai mencuri sepeda motor tersebut dengan membobol kunci kontaknya.
Sehabis kejadian tersebut korban tidak melaporkan ke Polsek Cisauk karena kebingungan harus minta tolong kepada siapa.
"Iya pada saat motor hilang saya belum lapor ke polsek, masih bingung masalahnya motor tersebut hasil minjem sama orang tua," jelas Restina.
Kapolsek Cisauk, Polres Tangerang Selatan AKP Dhandy melalui pesan singkat saat dikonfirmasi menjelaskan belum mengetahui terkait pencurian sepeda motor di Ruko Serpong Garden lantaran belum adanya laporan dari korban.
"Saya belum mengetahuinya, saya berharap korban segera melaporkan kejadian tersebut," jelasnya.
Seorang Driver Online menangis saat di kantor Polsek Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, pada dini hari, Selasa 2 April 2025.
Puncak arus mudik di Bandara Soekarno-Hatta Kota Tangerang diperkirakan terjadi pada hari ini, Jumat 28 Maret 2025.
Lagi dan lagi pelecehan seksual terhadap anak terus saja terjadi. Berulangnya peristiwa ini menunjukkan bahwa masalah ini bukan sekadar kesalahan pada oknum, melainkan memang ada yang salah dari pengurusan negara ini.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengungkapkan, banyak sertifikat tanah lama yang belum memiliki peta kadastral.