Connect With Us

Disangka Harta Karun, Kuli Bangunan Tiduri Mortir

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 19 September 2013 | 17:46

Mortir (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)


TANGERANG-Sebuah benda mirip mortir ditemukan di sebuah ruko di Perkantoran Green Garden blok A1/10, depan Apartemen Great Western, Kota Tangerang. Motir tersebut sempat disimpan oleh kuli bangunan yang merenovasi ruko tersebut karena dikira harta karun.
Menurut pengawas renovasi, Bayu mortir itu ditemukan oleh salah satu pekerjanya saat menggali tanah untuk membuat septic tank bulan Juli lalu. Namun benda itu tidak dilaporkan kepadanya, malah disimpan.

"Ketemunya sudah lama, saat gali tanah sedalam dua meter. Saya lupa namanya, dia simpan itu karena dikira harta karun," katanya, Kamis (19/9) sore.

Bahkan, kata Bayu, mortir itu sempat dicuci dan dibawa tidur oleh pekerja yang tidak diketahui namanya itu. "Sudah pernah jatuh, untung tidak meledak," pungkasnya.

Namun benda yang diduga peninggalan  zaman perang itu ditinggal begitu saja oleh si penemu. Mortir baru diketahui saat officeboy, Tomi, merapihkan sisa-sisa renovasi.

"Orangnya sudah pergi karena renovasi sudah selesai. Tadi lagi beres-beres ketemu di dalam ruko. Lalu dilaporkan ke saya, saat saya tanya teman yang di TNI, dia bilang itu mortir dan berbahaya. Langsung saya lapor ke polisi," kata Bayu.

Saat ini, petugas kepolisian dari Polres Metro Tangerang sedang mengamankan TKP dengan memasang garis polisi. Tim Gegana Polda Metro Jaya sedang menuju lokasi untuk mengamankan mortir itu.
KAB. TANGERANG
Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin Minta Direlokasi

Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin Minta Direlokasi

Selasa, 7 Juli 2026 | 13:58

Warga yang berada di sekitar area (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang meminta untuk segera direlokasi.

BISNIS
Lebarkan Sayap ke Tangerang, Koleksi Jamise Syari Jadi Incaran Gen Z hingga Jemaah Umrah

Lebarkan Sayap ke Tangerang, Koleksi Jamise Syari Jadi Incaran Gen Z hingga Jemaah Umrah

Senin, 6 Juli 2026 | 22:31

Kiblat modest fashion bagi generasi muda kini semakin berkembang dinamis. Menjawab tingginya antusiasme pasar muslimah di wilayah Tangerang dan sekitarnya, brand fesyen syar'i asal Bandung, Jamise Syari, resmi melebarkan sayapnya

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill