Connect With Us

Industri Kosmetik Ilegal Digerebek Polisi Ciledug

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 21 Oktober 2013 | 18:27

| Dibaca : 2359

Petugas BPOM menunjukan kosmetik ilegal di Plaza Ciledug. (tangerangnews / rangga)


TANGERANG-Jajaran petugas Kepolisian Sektor Ciledug menggerebek sebuah rumah kontrakan yang dijadikan tempat memprodukai kosmetik ilegal di Gang Al Ridlo, Kampung Dukuh, Kelurahan Sudimara Selatan, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Senin (21/10) pukul 11.00 WIB.

Dari penggerebakan itu polisi mengamankan pemilik produksi kosmetik ilegal tersebut bernama Heru. Menurut Kapolsek Ciledug AKP Imam Santoso, penggrebekan dilakukan berdasarkan laporan masyarakat dan pengembangan selama ini.

Terbukti, industri rumahan kosmetik ilegal tersebut sudah menjalankan usahanya dengan cara dijual ke lapak lapak sejak lima bulan lalu. Pangsa pasar kosmetik tersebut adalah ibu-ibu rumah tangga, pelajar dan mahasiswa.

"Kosmetik ilegal dengan merk dagang Baby Pink ini tidak dilengkapai surat dari Kementrian Kesehatan dan BPOM RI. Selain itu kosmetik ini terkandung zat kimia berbahaya," ujar Imam.

Masih menurut Imam, industri kosmetik ilegal rumahan ini telah memprodsi beragam alat kecantikan dan sudah memiliki 5.000 pelanggan yang tersebar di beberapa kota di pulau Jawa.

"Yang jelas barang ini dijual dengan harga terjangkau Rp 15.000. Dan kerap dijual saat ada Pasar Malam dengan target ibu rumah tangga. Sedangkan untuk penjualan online, sasarannya adalah pelajar dan mahasiswa," beber Imam.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, kosmetik tersebut dibuat dengan zat berbahaya berupa spirtus untuk pencampuran bahan baku.

Bahkan, pelaku, terang Imam, tak segan segan kembali mengolah barang barang kosmetik itu yang sudah kadaluarsa dan dijual kembali ke pasaran.

"Karena itu saya menghimbau kepada ibu-ibu dan kaum wanita untuk tidak sembarangan membeli produk kosmetik yang tidak ada label dari Kementrian Kesehatan dan BPOM RI, karena dampak yang ditimbulkan akan sangat berbahaya," imbuhnya.

Sementara menurut keterangan Heru, pemilik industri rumahan kosmetik ilegal, dirinya membeli cream kosmetik melalui online dan setelah barang sampai di tempat langsung diracik.

"Saya membuat racikan ini sudah limá bulan dan saya pasarkan ke lapak lapak. Dari harga Rp 15.000 per/cream, saya bisa mendapat keuntungan Rp1.500.000," tukasnya.

Untuk penyelidikan lebih lanjut, sejumlah bahan baku pembauatan alat kecantikan seperti blender, hedrairer, bahan baku dan ribuan wadah yang digunakan untuk tempat membuat cream kosmetik merk Baby Pink.
SPORT
Laga Uji Coba di Stadion Benteng Tangerang, Persikota Takluk 1-3 dari Mitra Kukar 

Laga Uji Coba di Stadion Benteng Tangerang, Persikota Takluk 1-3 dari Mitra Kukar 

Minggu, 19 September 2021 | 16:28

TANGERANGNEWS.com-Menjelang jelang dimulainya Kompetisi Liga 2 2021 Persikota Tangerang menggelar pertandingan uji coba dengan Mitra Kukar FC di Stadion Benteng Tangerang, Sabtu 18 September 2021

PROPERTI
Ini Warna Lampu Led yang Tepat untuk Berbagai Jenis Ruangan

Ini Warna Lampu Led yang Tepat untuk Berbagai Jenis Ruangan

Minggu, 19 September 2021 | 10:32

TANGERANGNEWS.com-Penerangan menjadi elemen penting untuk mendongkrak nilai estetis dari hunian sekaligus berdampak pada psikologis penghuninya

KAB. TANGERANG
Pabrik Plastik di Kosambi Tangerang Ludes Terbakar Lama Tak Padam, Netizen Sampai Bilang Begini 

Pabrik Plastik di Kosambi Tangerang Ludes Terbakar Lama Tak Padam, Netizen Sampai Bilang Begini 

Minggu, 19 September 2021 | 08:37

TANGERANGNEWS.com-Kebakaran hebat melanda sebuah pabrik plastik Simpang Lima Desa Blimbing, Kecamatan Kosambi, Kabupatem Tangerang, Sabtu 18 September 202

OPINI
Harta Pejabat Meningkat, Rakyat Tetap Melarat

Harta Pejabat Meningkat, Rakyat Tetap Melarat

Minggu, 19 September 2021 | 16:57

TANGERANGNEWS.com-Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan mengungkap, terdapat kenaikan harta para pejabat sebesar 70 persen setelah pihaknya melakukan analisis terhadap Laporan Harta Kekayaan

"Membuat Janji dan Menepatinya adalah cara terbaik membangun merek"

Seth Godin