Connect With Us

Soal Atut Tersangka, Hermawi : Saatnya Banten Berubah

Bastian Putera Muda | Kamis, 19 Desember 2013 | 03:35

Hermawi Caleg NasDem Harap masalah DPT segera Diselesaikan (Bastian / TangerangNews)


 
TANGERANG-Perkembangan politik Banten sejak  tertangkapnya Tb Caheri wardhana adik kandung Gubernur Ratu Atut dalam kasus suap mantan kepada ketua MK Akil Mochtar beberapa waktu lalu menjadi pembuka kotak pandora korupsi dan kejahatan lain di pemerintahan Provinsi Banten. 
 
Wakil Ketua Badan Advokasi Hukum (BaHu) DPP  Partai Nasdem Hermawi F.Taslim mengatakan,  sudah sejak beberapa tahun terakhir ini berbagai kelompok  kritis seperti mahasiswa-LSM dan para aktifis di Banten sudah mengendus berbagai penyimpangan 
namun belum berhasil membuktikannya. 
 
"Dengan gebrakan KPK, saat ini berbagai bentuk  sinyemen penyelewangan yang selama ini hanya berakhir di kedai kopi dan cafe, mulai terbukti satu persatu," ungkapnya, Kamis (19/12). 
 
Taslim berharap bahkan penetapan Gubernur Ratu Atut sebagai tersangka dalam kasus Pilkada 
Lebak bukan merupakan akhir dari proses pembersihan karena sesungguhnya, masih banyak 
aktor lain yg memainkan peran signifikan dalam berbagai proses penyelewengan di Banten.
 
"Analisa saya mengisyarat bahwa masyarakat Banten sangat ingin berubah, ingin keluar dari 
cengkraman dinasti politik yang tidak membawa kesejahteraan," kata Caleg Partai Nasdem untuk dapil Banten III ini. 
 
Menurutnya, dalam dialog dengan masyarakat dipelosok Banten, hampir semuanya bermuara kepada keluhan bahwa masyarakat tidak pernah disentuh oleh pembangunan, termarginalisasi, dan tersingkir oleh proses metropilitanisasi yang terus berjalan di Banten.
 
"Masyarakat semakin miskin, semakin jauh dari akses dan sumber ekonomi, nyaris tidak 
diperhatikan kecuali pada momentum2 pilkada-pilkades dan pemilu. Warga didekati dengan 
pendekatan transaksional, sembako, serangan fajar dan berbagai iming-iming lainnya, setelah 
itu masyarakat kembali ditinggalkan," terangnya.
 
Padahal lanjut Taslim, Banten adalah provinsi  terbesar hasil pemekaran pasca reformasi. 
Dengan keistimewaan yg tidak dimiliki oleh propinsi manapun di Indonesia yakni , memiliki 
bandara terbesar di Asia dengan 51 juta penumpang yang menyinggahinya setiap tahun. 
 
Tetapi, masyarakat pinggiran Bandara Soekarno-Hatta seperti Teluk Naga, Sewan dan sekitarnya, justru tersingkir dan hidup dibawa garis kemiskinan. 
 
"Inilah salah satu contoh tragedi di Banten, tragedi yang harus segera diakhiri. Banten 
Harus berubah. Dan sekarang adalah waktunya," ucapnya.
 
Taslim  yang saat ini juga didaulat menjadi koordinator front caleg anti korupsi dan suap 
menghimbau agar seluruh komponen masyarakat Banten mendukung proses hukum yg sedang 
dilakukan oleh KPK, karena proses itu berlangsung terbuka-fair dan pro yustisia.
NASIONAL
Sertifikat Tanah Lama Belum Terpetakan, Masyarakat Diimbau Cek ke Kantor Pertanahan

Sertifikat Tanah Lama Belum Terpetakan, Masyarakat Diimbau Cek ke Kantor Pertanahan

Kamis, 3 April 2025 | 14:10

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengungkapkan, banyak sertifikat tanah lama yang belum memiliki peta kadastral.

TANGSEL
Idulfitri 2025, Wakil Wali Kota Tangsel Berpesan Tetap Jaga Kualitas Keimanan Usai Puasa

Idulfitri 2025, Wakil Wali Kota Tangsel Berpesan Tetap Jaga Kualitas Keimanan Usai Puasa

Senin, 31 Maret 2025 | 13:00

Wakil Wali kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichan melaksanakan Salat Idulfitri di Masjid Islamic Center Baiturrahim, Kecamatan Serpong, Senin 31 Maret 2025.

BANTEN
Inspiratif, Pegawai Wanita PLN Ini Rela Tinggalkan Keluarga Demi Jaga Kelistrikan saat Lebaran 

Inspiratif, Pegawai Wanita PLN Ini Rela Tinggalkan Keluarga Demi Jaga Kelistrikan saat Lebaran 

Rabu, 2 April 2025 | 11:14

Di balik cahaya lampu yang menyala di rumah, masjid, dan jalanan saat Hari Raya, ada sosok yang rela meninggalkan kebersamaan dengan keluarga demi menjaga keandalan listrik.

OPINI
Predator Anak di Balik Seragam Terhormat

Predator Anak di Balik Seragam Terhormat

Selasa, 18 Maret 2025 | 18:05

Lagi dan lagi pelecehan seksual terhadap anak terus saja terjadi. Berulangnya peristiwa ini menunjukkan bahwa masalah ini bukan sekadar kesalahan pada oknum, melainkan memang ada yang salah dari pengurusan negara ini.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill