Connect With Us

PDIP Siapkan Sanksi Jika Rano Karno Tak Pro Rakyat Banten

Dira Derby | Rabu, 1 Januari 2014 | 19:53

Jumpa Pers DPD PDIP Banten (Dens Bagoes Irawan / TangerangNews)


TANGERANG- DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan mempersiapkan sanksi jika sampai Rano Karno menjadi gubernur Banten dengan bersikap tak pro rakyat.  

Hal itu dikatakan Plh Ketua DPD PDIP Provinsi Banten Ribka Tjiptaning saat menggelar konprensi pers di gedung pemenangan Pemilu DPD PDIP Kota Tangerang.

“Kita mempertaruhkan dukungan Rano kepada rakyat. Kita tidak akan toleran kalau dia tak pro rakyat, kita bisa cabut mandat dukungan. Ini pernah terjadi di Bogor,” ujar Ribka, Rabu (1/1).

PDIP , lanjut dia, bisa merekomendasikan menarik dukungan meski itu kadernya sendiri yang salah. “Saya sudah dari awal kampanye Atut (Ratu Atut Chosiyah Gubernur Banten) –Rano kalau keduanya tak menjalankan trisaktinya Bung Karno, kita cabut dukungan,” terang Ribka.

Meski begitu, Ribka menyebut apa yang terjadi saat ini dengan tersangkutnya Ratu Atut Chosiyah hingga ditahan KPK lantaran kasus suap Pilkada Lebak adalah musibah. “PDIP menyebut musibah, tidak ketiban durian. Kita ikut prihatin, kita kan koalisi walau mereka tidak pernah memperhatikan kita,” ujarnya.

Lalu apakah PDIP mempersiapkan pengacara untuk Atut karena PDIP bagian dari koalisi? “Tidak. Kami sebatas prihain saja. Kita sebut ini musibah,” katanya.

Dirinya juga mencermati kondisi Banten yang hingga saat ini tercatat di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sebagai Provinsi ketiga termiskin. “Itu data dari Bappenas,” katanya.

PDIP memandang, apa yang terjadi dengan Atut saatnya sama dengan kasus Joko Munandar yang sat itu menjadi Gubernur Banten, sedangkan posisi wakil gubernurnya Atut. “Sama seperti itu, kita tidak mau ada yang menghalangi jalannya roda pemerintahan. Seperti misalnya pelantikan wali kota Tangerang beberapa waktu lalu. Kan menghalangi jalannya roda pemerintahan,” ujarnya.
Namun, Ribka mengharapkan, Atut bisa bersama Rano sampai akhir masa jabatan. “Taubat tapi ya, yang tadinya anti rakyat harapannya nanti jadi pro rakyat,” terangnya.

Atas kasus yang menimpa Atut, PDIP menurut Ribka tidak mengambil kesempatan. Karena sebelum adanya kasus tersebut, menurut Ribka, PDIP tetap akan rebut Banten.

“Kita secara garis partai mentargetkan jauh sebelum masalah ini ada akan merebut Banten. Survey nasional kita bagus, yakni 27,7 persen.
Di Banten, kita mentargetkan kursi DPR dari tiga menjadi lima, DPRD Provinsi dari 10 menjadi 15, Kabupaten Kota dari 40 menjadi 60,” terangnya seraya mengaku akan menjenguk Atut jika ada waktu.
 
NASIONAL
Sertifikat Tanah Lama Belum Terpetakan, Masyarakat Diimbau Cek ke Kantor Pertanahan

Sertifikat Tanah Lama Belum Terpetakan, Masyarakat Diimbau Cek ke Kantor Pertanahan

Kamis, 3 April 2025 | 14:10

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengungkapkan, banyak sertifikat tanah lama yang belum memiliki peta kadastral.

WISATA
Kerap Ramai saat Liburan, Pengunjung Pantai Tanjung Pasir Tangerang Keluhkan Fasilitas Minim

Kerap Ramai saat Liburan, Pengunjung Pantai Tanjung Pasir Tangerang Keluhkan Fasilitas Minim

Jumat, 4 April 2025 | 12:58

Pantai Tanjung Pasir, di Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat setiap momen liburan termasuk saat Lebaran 2025.

TOKOH
HUT ke-32, Praktisi Komunikasi Gunawan Ajak Semua Pihak Kolaborasi Bangun Kota Tangerang 

HUT ke-32, Praktisi Komunikasi Gunawan Ajak Semua Pihak Kolaborasi Bangun Kota Tangerang 

Jumat, 28 Februari 2025 | 15:11

Sejak resmi menjadi kota administratif pada 28 Februari 1993 setelah sebelumnya tergabung dalam Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang telah menginjak usia ke-32 pada Jumat, 28 Februari 2025.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill