Connect With Us

Longsor, Tiga Rumah di Selapajang Ambrol

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 24 Januari 2014 | 14:14

Rumah longsor karena diterjang air Cisadane (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)


 
TANGERANG-Tiga bangunan rumah di Jalan Loteng, RT 1/4, Kelurahan Selapajang, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, ambrol karena longsor setelah tergerus Sungai Cisadane yang meluap pada Selasa (21/1) malam. Tiga rumah yang ambrol tersebut adalah milik Jamal, 45, Rumyati, 52 dan Unyoh, 40. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
 
Pantauan di lapangan, yang mengalami kerusakan yang paling parah adalah rumah Jamal. Bagian dapur, kamar mandi dan kamar tidurnya ambruk terbawa longsor. “Kejadiannya sekitar pukul 14.00 WIB, waktu air Cisadane meluap. Saya lihat air sudah naik sampai teras belakang dan arusnya deras. Karena khawatir , saya langsung mengeluarkan sebagai perabotan dan meminta kelaurag saya keluar rumah,” kata Jamal, Jumat (24/1).
 
Tak berapa lama, tanah di belakang rumahnya mulai tergerus arus Cisadane. Sekitar 10 menit kemudian, tanah pun longsor hingga menyebabkan rumah semi permanen milik Jamal ambrol.
“Sebagian perabotan seperti kompor, lemari tempat tidur tidak sempat diselamatkan jadi terbawa longsor,” katanya.
 
Saat ini, kata Jamal, dirinya mengungsi ke rumah tetangganya. Dia belum berani menempati rumahnya karena takut kembali terjadi longsor.
“Itu tanahnya di belakang rumah menggantung, takut longsor lagi. Sementara ini saya tidur di rumah tetangga dulu,” ujarnya.
NASIONAL
Pakar Nilai Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen Penuh Kejanggalan

Pakar Nilai Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen Penuh Kejanggalan

Kamis, 7 Mei 2026 | 13:13

Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda menyinggung sejumlah kejanggalan di balik pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen.

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill