Connect With Us

Sekeluarga Dibantai Pacar Anak, Dewi Menangis Tersedu

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 8 September 2014 | 18:49

Pembunuh Keluarga Pacar, Dewi Menangis Tersedu (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)

TANGERANG- Dewi Febrina, 25,  dan adiknya  Bagus, 18, yang hadir sebagai saksi dalam kasus pembunuhan keluarganya yang dilakukan mantan pacarnya, Ramadhan Gumelar, 25, di PN Tangerang menangis.

Dewi berlinang air mata saat memberikan keterangan di depan hakim. Dia tak kuasa menahan kesedihannya ketika menjelaskan terkait peristiwa pembunuhan ayahnya, Dudut, ibu, Herawati, dan adik bungsu, Prasetyo, pada 29 April 2014. Dia tak menyangka, mantan kekasihnya tega melakukan hal tersebut.

 “Saya pernah tujuh tahun pacaran sama dia dan sudah dianggap keuarga sendiri oleh keluarga saya. Saya enggak enggak nyangka banget dia melakukan itu, padahal selama ini dia baik-baik saja tidak pernah marah atau bilang benci sama keluarga saya,” katanya kepada Ketua Majelis Hakim Jamuka Sitorus.

Dewi menjelaskan, kalau pembunuhan yang dilakukan Gugum dilatar belakangi utang  kepada keluarganya, Gugum pernah meminjam uang sebesar Rp14 juta kepada ibunya dan Rp6 juta kepadanya.

 “Dia minjam uang katanya untuk menebus laptop yang dia gadaikan dan untuk membuka usaha sampingan. Waktu itu mamah kasihan sama dia, jadi dikasih. Gugum juga janji akan mengembalikannya, tapi saat diminta nggak dibayar-bayar,” tukasnya.

 Dewi juga mengaku bahwa hubungannya sempat tidak direstui orang tuanya. Namun setelah lama pacaran, akhirnya diberikan restu. “Memang waktu dulu nggak disetujui, tapi karena kita berusaha sama-sama, tidak jadi masalah lagi,” paparnya.

 Dewi sendiri memutuskan hubungan dengan gugum dua minggu sebelum penbuhuhan itu terjadi. Alasannya, Gugum tidak dewasa dan beberapa kali selingkuh, selain itu juga tidak memiliki pekerjaan tetap.
 
“Sikapnya enggak dewasa, saya juga merasa tidak bisa melanjutkan ke pernikahan. Dia memang pernah ngajak serius. Tapi dia enggak kerja, sudah dikasih pinjam uang juga tetep begitu. Keluarganya sendiri sudah lepas tangan karena sikapnya,” paparnya.

 Sementara Bagus mengatakan bahwa dia sempat akan dibunuh oleh Gugum, setelah dia membunuh tiga anggota keluarganya. Namun dia melawan hingga berhasil selamat. Dalam aksi perlawananya, Gugum sempat meminta maaf melakukan hal itu.
 
“Dia pukul kepala saya lima kali dengan kunci pipa. Dia bilang maaf gua begini, karena ibu luh maksa-maksa bayar hutang,” terangnya.  Usai sidang, keduanya enggan memberikan komentar terkait kasus tersebut. “Lihat akhirnya saja, sekarang kan belum selesai,” ujar Dewi .
TANGSEL
Fokus Kesehatan dan Pendidikan S3 Jadi Alasan Mukroni Lepas Jabatan Kadispora Tangsel

Fokus Kesehatan dan Pendidikan S3 Jadi Alasan Mukroni Lepas Jabatan Kadispora Tangsel

Jumat, 2 Oktober 2026 | 21:59

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memberikan klarifikasi resmi terkait langkah Mukroni yang memilih melepaskan jabatannya sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

OPINI
Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Jumat, 18 September 2026 | 20:40

Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.

PROPERTI
Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:18

Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill