Cek Loker hingga Harga Bahan Pokok Kini Bisa Lewat Aplikasi Tangsel One
Senin, 5 Oktober 2026 | 18:54
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.
TANGERANGNEWS.com-Seorang pengendara sepeda motor tewas tertabrak Kereta Api Commuter Line saat melewati perlintasan rel KM 214-314 di Jalan Gang Masjid Al-Wustho RT 02/03, Kelurahan Poris Jaya, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, Rabu (25/2) pagi.
Korban adalah Cakra, 48, warga Poris Gaga, Blok Tempe, RT 04/05, Kelurahan Poris gaga, Kecamatan, Batuceper Kota Tangerang. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Ketika itu korban yang mengendarai sepeda motor Honda Blade Nopol B-6651-CWT melintas di perintasan rel yang tidak ada palang pintunya.
Korban tidak sadar jika ada KA Commuter Line Nomor 1914 dari Stasiun Poris menuju Stasiun Tangerang akan melintas. Seorang saksi mata, Andri Simamora yang bejualan sayur dekat lokasi sempat meneriaki korban .
“Saya sudah teriak-teriak bilang kalau ada kereta lewat. Tapi dia tidak dengar. Akhirnya, korban tertabrak KA hingga terpental dan akhirnya tewas di tempat,” kata Andri.
Kasat Reskrim Polsek Batu Ceper IPTU Nurjaya membenarkan peristiwa kecelakaan tersebut. Diduga korban tidak memperhatikan kereta lewat saat akan melintasi rel yang tidak memiliki palang pintu. “Korban tewas karena mengalami benturan di bagian kepala, kaki kanan dan tangan kanan patah. Sedangkan sepeda motornya ringsek,” katanya.
Selanjutnya setelah adanya laporan dari masyarakat, Petugas Polsek Batuceper membawa korban ke RSU Kabupaten Tangerang untuk dilakukan autopsi. Barang bukti sepeda motor korban juga diamankan di Polsek Batuceper. (RAZ)
TODAY TAGPemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.
Kawasan perkotaan memiliki permintaan kuliner yang tinggi karena mobilitas dan gaya hidup penghuninya yang sibuk. Misalnya, area padat seperti Tangerang membuka peluang bagi beragam konsep makanan.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews