KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Bisnis esek-esek pemilik kontrakan di wilayah Panunggangan Utara, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, tepatnya di di lingkungan RT 07/04, di salah satu gang, akhirnya digerebek juga oleh Satpol PP Kota Tangerang.Awalnya, tersiar kabar dari warga, bahwa bisnis yang dimulai sejak 1982 itu telah mendapat beking dari Satpol PP.
Pemilik kontrakan, Mariful alias Ipul mengaku usaha sewa kamar mesum itu dimulai sejak 1982. Ayahnya yang biasa di sapa Pak Yunus membuka bisnis sewa kamar dengan kedok-kontrakan.
Kontrakannya itu mulai tenar di tahun 2000 – an. Menurut Ipul, pihaknya sudah tidak membuka sewa kamar kontrakan tersebut. Tetapi pengunjung sendiri yang kembali datang. Dia mengaku tarif sewa kamar sebesar Rp40 ribu per jam. Untuk jam buka biasanya pukul 14.00 sampai dinihari.
“Di situ memang ada 10 kamar, ukurannya sekitar 3×3 meter. Mereka biasanya datang sendiri dan ada juga yang datang sudah membawa pasangan. Ini sudah lama beroperasi sejak bapak saya, tapi setelah meninggal dunia baru dikelola sama ibu tiri saya. Kalau saya mah kerjanya di bengkel,” aku ipul di hadapan petugas.
Sudah lamanya bisnis ini beroperasi memunculkan pertanyaan besar adanya pihak-pihak yang membekingi praktik mesum tersebut. Namun hal tersebut dibantah oleh Lurah setempat. (RAZ)
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGKomisi VIII DPR RI bersama Pemerintah resmi menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M.
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews