Connect With Us

Ini Kronologis Pemerkosaan di Warung Tongseng Kreo

Denny Bagus Irawan | Rabu, 22 April 2015 | 18:54

Didi Sulaeman saat ditemui di kediamannya. (Dira Derby / TangerangNews)


TANGERANG-Peristiwa dugaan pemerkosaan yang dialami ARF seorang gadis 16 tahun di Ciledug diketahui berawal saat pihak keluarga didatangi teman kerja korban yang datang tengah malam pada Kamis (16/4) lalu.

Menurut tante korban, yakni Rini, Winda kakak korban ditemui oleh teman ARF yang memberitahukan dengan terbata-bata bahwa korban sedang sakit di tempat kerjanya. "Tetapi mereka ngomongnya enggak yakin karena sakit, mereka bilang, kenapa ya Rani, kasian sekali sampai tak sadar begitu," ujar Rini bercerita.

Keesokan harinya, datang pemilik warung Tongseng tersebut bernama Joko, setelah sebelumnya menghubungi pihak keluarga. Bos tersebut lalu bilang bahwa Rani sakit, sudah dibawa ke Klinik tetapi tak sembuh. Anehnya, kata dia, meski dibilang sakit, tak ada yang mau antar Rani ke rumahnya, mereka justru menunggu keluarganya menjemput.

"Bosnya telepon ke saya, mereka bilangnya Rani sakit lambung,  dan murung di dalam kamar. Lalu kita jemput, saat dijemput, disitu terlihat Rani sudah tak sadarkan diri. Padahal Kakaknya Winda selama ini komunikasi, dan terlihat Rani baik-baik saja, tetapi pas hari Kamis pesan BBM Rani tak dibaca, kita juga temukan handphone Rani sudah tak ada memori card-nya," ujarnya.

Sedangkan status BlackBerry Messanger ARF pada Kamis (16/4) itu terlihat kakaknya, bertuliskan 'Aku sakit di sini'. Keluarga akhir memutuskan memeriksa ARF ke 'orang pintar' karena katanya ARF seperti orang tak sadar saat berada di dalam kamar warung tongseng milik Joko itu.

"Saya bawa ke orang pintar, setelah itu saya bawa ke rumah sakit Medika Karang Tengah. Saat itu ibunya bilang ke Rani, karena Rani diam saja, begini kata ibunya ke Rani, Ran kalau kamu kasian sama bapak, jangan begini. Kasih tahu ibu, bapak bisa jual rumah karena biayai sakit kamu. Lalu Rani menyebut dua orang nama temannya," terang Didi Sulaeman ayah ARF.

Setelah mendapati nama dua orang teman pria itu, yang juga sebelumnya dilengkapi keterangan dokter tentang kemaluan ARF yang terluka serta gejala buang air kecil  mengalami sakit. Keluarga pun melaporkannya, sampai akhirnya membawa korban ke kantor Polsek Ciledug, karena polisi menurut keluarga, tak langsung percaya bahwa ARF korban pemerkosaan. 
"Putri saya itu, dalam keadaan begitu saya bawa dari RS Medika Karang Tengah dengan menggunakan becak," ujarnya.
  
Setelah melihat itu, polisi kemudian menyarankan agar ARF divisum ke RS Sari Asih. Namun, keluarga tak bisa melakukan visum lantaran pihak rumah sakit membutuhkan surat keterangan dari kepolisian. "Kita ikuti prosedur itu, tetapi dilempar-lempar sampai kasus ini di Polres, kita disalahkan lagi, bahwa tidak boleh visum di rumah sakit swasta. Akhirnya di visum sama polisi ke RSUD Tangerang, saat ini masih menunggu hasil visumnya," ujarnya.

KAB. TANGERANG
Gadis 16 Tahun yang Kabur ke Apartemen PIK 2 Diduga Korban Kekerasan Seksual Modus Pengantin Pesanan

Gadis 16 Tahun yang Kabur ke Apartemen PIK 2 Diduga Korban Kekerasan Seksual Modus Pengantin Pesanan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:46

Seorang siswi SMK berusia 16 tahun asal Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar) yang dilaporkan kabur ke apartemen kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, diduga korban kekerasan seksual warga negara China.

SPORT
Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 | 19:47

Tiga sarana olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi ditunjuk sebagai lokasi pertandingan untuk tiga cabang olahraga (cabor) dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026.

KOTA TANGERANG
PLN UP3 Cikokol Edukasi Siswa SMAN 2 Tangerang soal Listrik Aman dan Energi Bersih

PLN UP3 Cikokol Edukasi Siswa SMAN 2 Tangerang soal Listrik Aman dan Energi Bersih

Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:35

PT PLN (Persero) UID Banten melalui UP3 Cikokol menggelar program PLN Goes To School di SMA Negeri 2 Kota Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill