Connect With Us

Pria Tangerang yang 'Nikmati' tubuh menantu, pembantu & pasien tak ditahan

Denny Bagus Irawan | Selasa, 25 Agustus 2015 | 06:36

| Dibaca : 18060

ilustrasi pemerkosaan (kompas / kompas)

TANGERANG-Pihak Polres Metro Tangerang tidak menahan tersangka Gunadifa Bin Gimin yang disangka telah melakukan pemerkosaan kepada menantunya, yang berinisial  IPK, pembantunya SDS dan seorang pasien J. 

"Benar tidak dilakukan penahanan, kami tidak tahu alasannya kenapa. Kami hanya tahu perkara itu sebentar lagi akan naik sidang," ujar Kepala Seksi Pidana Umum, Kejari Tangerang Andri Wiranova.

 

Warga Kampung Bulak Santri RT 2/5 Kelurahan Pondok Pucung, Karang Tengah, Kota Tangerang dalam aksinya  sering memaju mundurkan dan menaik turunkan 'kemudi' dirinya kepada ketiga korban dalam keadaan tak sadar,  karena tersangka diduga memiliki ilmu gendam atau hipnotis.

 

"Ya katanya dia memiliki ilmu seperti itu, para saksi korban mengaku seperti itu tak sadar saat sedang 'dikerjai'. Setelah tersangka mencapai orgasme barulah mereka tersadarkan," tuturnya.

Namun, kata Andri, setelah tersadarkan pelaku buru-buru membisiki korban dengan nada mengancam, bahwa jika korban bilang kepada orang lain, suami atau anaknya sendiri akan mendapat masalah.

 "Ada ancaman seperti itu, itu dilayakan setelah dia ejakulasi. Para korban mengaku seperti itu dan menyatakan sperma tersangka selalu dibuang diluar, seperti di sprei, paha atau bagian atas perut," jelas Kepala Seksi Pidana Umum.

 

Kini pihaknya tengah mempersiapkan sejumlah bukti-bukti yang diperkuat dengan Visum Et Repertum yang ditandatangani dr Ahmad ilman Kausar seorang dokter spesial dari  RSUD Kabupaten Tangerang. 

 

"Pada pemeriksaan korban perempuan dewasa berumur 18 tahun (IPK),  ditemukan robekan pada selaput dara akibat kekerasan benda tumpul yang melewati liang senggama," tuturnya.

Korban IPK bernasib lebih buruk daripada korban lain, sebab sebelum dirinya dinikahi oleh anak Gunadifa, yakni MW ketika dia sedang sendiri ke rumah calon mertuanya itu dia diajak diminta menurunkan celana dalamnya hingga peristiwa itu terulang ketika IPK telah menjadi menantunya. Para saksi korban akhirnya ikut mengakui menjadi korban setelah korban J yang juga tak hanya sekali 'dinaiki' melaporkan tindakan pelaku ditemani suaminya.

"Menurut korban, biasanya dia memberikan air minum dulu sebelum menjalankan aksinya," tutupnya.

BANTEN
Waduh, Orang Meninggal di Lebak Banten Menang Pilkades

Waduh, Orang Meninggal di Lebak Banten Menang Pilkades

Senin, 25 Oktober 2021 | 17:11

TANGERANGNEWS.com-Pria bernama Jakaria, menang telak dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) di Muara Dua, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Minggu, 24 Oktober 2021

TANGSEL
Tiga Kandidat Bersaing Jadi Ketua Pokja Wartawan Harian Tangerang Selatan

Tiga Kandidat Bersaing Jadi Ketua Pokja Wartawan Harian Tangerang Selatan

Senin, 25 Oktober 2021 | 20:23

TANGERANGNEWS.com-Ada tiga kandidat yang bersaing dalam pemilihan umum calon ketua Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Harian Tangerang Selatan (PWHTS) tahun 2021 - 2023. Hari ini

OPINI
Antara Pandora Papers, UU HPP & Tax Amnesty II: Pajak Disayang, Pajak Dikemplang

Antara Pandora Papers, UU HPP & Tax Amnesty II: Pajak Disayang, Pajak Dikemplang

Minggu, 24 Oktober 2021 | 14:47

TANGERANGNEWS.com-Mantan Presiden Amerika yang juga pengusaha, Donald Trump, menyatakan, orang kaya yang bisa menggelapkan harta agar bebas dari pajak adalah smart people

KOTA TANGERANG
BMKG Tangerang Imbau Masyarakat Waspada Banjir Dampak La Nina

BMKG Tangerang Imbau Masyarakat Waspada Banjir Dampak La Nina

Senin, 25 Oktober 2021 | 16:55

TANGERANGNEWS.com-Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini, untuk waspada datangnya fenomena La Nina menjelang akhir tahun ini, hingga awal tahun 2022 mendatang

"Membuat Janji dan Menepatinya adalah cara terbaik membangun merek"

Seth Godin