Connect With Us

Cari Bocah Tenggelam, Warga Grendeng Lempar Ayam berdarah dan Kopi Hitam ke Cisadane

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 13 September 2015 | 20:08

tampak warga diatas perahu sedang memotong satu ekor ayam kampung warna hitam. (Rangga A Zulianzyah / TangerangNews)


TANGERANG-Untuk mencari jasad bocah SD yang tenggelam di Cisadane, warga Grendeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang melakukan ritual potong ayam dan kopi hitam, Minggu (13/9) sore. Hal itu dilakukan agar korban cepat ditemukan.

"Ini biasanya buat syarat, kalau ada yang tenggelam dan susah ditemukan. Supaya bisa cepet ketemu," ujar salah seorang warga.

Dalam ritual tersebut, warga diatas perahu memotong satu ekor ayam kampung warna hitam, kemudian melemparnya ke Sungai Cisadane hingga tenggelam. Lalu warga juga menyeduh segelas kopi hitam dan meletakkannya di atas perahu. Selanjutnya warga berdoa untuk melancarkan pencarian.

Seperti diketahui, Ikbal Zaka Fikria, 8, siswa kelas II SDN Grendeng 1 tenggelam saat berenang di Sungai Cisadane, Jalan Letda Dadang Suprapto, Kelurahan Grendeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Minggu (13/9) sore.

Menurut teman korban, Farhat, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Ketika itu Ikbal bersama lima temannya tengah berenang di pinggir Pusat Latihan Dayung. Lalu Ikbal dan salah satu temannya, Sahrul, berenang menjauh sekitar 10 meter dari sisi singai. Mereka tak sadar menuju ke bagian sungai yang dalam.

"Tiba-tiba Ikbal dan Sahrul tenggelam dan berusaha minta tolong. Salah satu temannya, Agung berhasil nolong Sahrul. Tapi pas Agung ingin balik nolong Ikbal, dia keburu hilang tenggelam," katanya.

TANGSEL
5.000 Siswa Tangsel Disiapkan Bantuan Rp1,8 Juta Jika Tak Lolos SMP Negeri

5.000 Siswa Tangsel Disiapkan Bantuan Rp1,8 Juta Jika Tak Lolos SMP Negeri

Kamis, 4 Juni 2026 | 10:14

Siswa yang gagal masuk SMP negeri di Tangerang Selatan (Tangsel) masih berpeluang melanjutkan pendidikan di sekolah swasta dengan skema bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel.

OPINI
Merindukan Rumah di Bawah Naungan Syariah

Merindukan Rumah di Bawah Naungan Syariah

Senin, 1 Juni 2026 | 16:11

"Rumahku adalah surgaku", sebuah slogan yang menggambarkan bagaimana sebuah rumah menjadi tempat yang nyaman, aman dan menyenangkan bagi penghuninya. Namun, hari ini rumah bukan lagi menjadi surga yang dirindukan.

TEKNO
Didukung Riset Global, Coway Kembangkan Solusi Air dan Udara untuk Gaya Hidup Sehat Masyarakat Modern

Didukung Riset Global, Coway Kembangkan Solusi Air dan Udara untuk Gaya Hidup Sehat Masyarakat Modern

Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:05

Meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan dan kualitas lingkungan mendorong kebutuhan akan perangkat rumah tangga yang mampu mendukung gaya hidup sehat.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill