Hari ini Puncak Arus Mudik di Bandara Soekarno-Hatta, Penumpang Diprediksi Capai 243 Ribu
Jumat, 28 Maret 2025 | 17:59
Puncak arus mudik di Bandara Soekarno-Hatta Kota Tangerang diperkirakan terjadi pada hari ini, Jumat 28 Maret 2025.
TANGERANG-Pemerintah Kota Tangerang mengaku pernah melakukan penyegelan terhadap rumah potong ayam yang menggunakan bahan formalin di Jalan Budi Asih, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.
“Ini bukan yang pertama kali, pernah kita segel sebelumnya. Ada juga yang kita beri peringatan karena terbukti menggunakan formalin untuk mengawetkan daging ayam,” tukas Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan Kota Tangerang Saeful Rohman, Selasa (15/9).
Karena itu kedepannya, Pemkot akan lebih intens lagi melakukan pengawasan dengan ketat secara berkala. Pihaknya juga akan bekerja sama dengan dinas kesehatan untuk menguji sampel daging ayam yang siap dijual ke pengecer.
“Kalau ada bukti penggunaan formalin kita lakukan penutupan permanen,” tukasnya.
Di kawasan Budi Asih, terdapat 40 rumah potong hewan. Tujuh diantaranya digerebek aparat Polda Metro Jaya karena terbukti menggunakan formalin. Saeful mengatakan, pihaknya pun melakukan penyegelan terhadap ke tujuh rumah potong tersebut, sebagai tindak lanjut penggerebekan Polda.
“Kaitan masalah hukum, si pelaku sudah dilakukan penahanan oleh kepolisian dan statusnya tersangka. Sedangkan kaitan Perdanya, kita lakukan penyegelan karena melanggar Perda no 6/2011 tentang Ketertiban Umum dan Perwal 53/2011 tentang Izin Gangguan,” ujarnya.
Puncak arus mudik di Bandara Soekarno-Hatta Kota Tangerang diperkirakan terjadi pada hari ini, Jumat 28 Maret 2025.
Lagi dan lagi pelecehan seksual terhadap anak terus saja terjadi. Berulangnya peristiwa ini menunjukkan bahwa masalah ini bukan sekadar kesalahan pada oknum, melainkan memang ada yang salah dari pengurusan negara ini.
Wakil Wali kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichan melaksanakan Salat Idulfitri di Masjid Islamic Center Baiturrahim, Kecamatan Serpong, Senin 31 Maret 2025.
Di balik cahaya lampu yang menyala di rumah, masjid, dan jalanan saat Hari Raya, ada sosok yang rela meninggalkan kebersamaan dengan keluarga demi menjaga keandalan listrik.