Connect With Us

Teknologi Baru Pengolah Sampah Segera Hadir di Kota Tangerang

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 12 Januari 2016 | 19:24

Gerakan Pungut Sampah oleh Remaja Tangerang. (Dira Derby / Tangerangnews)

TANGERANG-Kementerian ESDM tengah menyiapkan teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar minyak (BBM) di Kota Tangerang. Alat yang dinamakan pirolisis tersebut akan segera digunakan di TPA Rawa Kucing.

Saat ini pirolisis tengah dalam proses perakitan dan rencananya akan mulai dioperasikan pada Februari 2016.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Tangerang Ivan Yudianto mengatakan, alat tersebut merupakan teknologi generasi ke-12 yang berasal dari India. Kota Tangerang menjadi pilot project penerapan teknologi tersebut.

"Awalnya kami mengajukan ke kementerian untuk menerapakan teknologi pengolah sampah menjadi sumber energi terbarukan. Ternyata disetujui dan dipilihlah alat ini untuk diuji coba di kita," kata Ivan, Selasa (12/1/2016).

Menurut Ivan, alat tersebut dibeli melalui lelang oleh kementerian dengan anggaran sebesar Rp15 miliar dari APBN. Pihaknya telah menyiapkan lahan dan bangunan seluas 1000 meter persegi sebagai tempat pengoperasiannya.

"Bangunan sudah ada, tinggal mesin reaktornya yang sedang diimpor dari India. Kalau sudah datang tinggal dipasang dan dioperasikan," katanya.

Ivan menjelaskan, pirolisis nantinya mampu menghasilkan 3000 liter BBM dengan kapasitas sama dengan 60 ton sampah plastik. Hal tersebut dapat mengurangi sampah di TPA Rawa Kucing.

"Kalau kita lihat, sampah yang dibuang ke TPA sekitar 1000 ton per hari. Sampah plastiknya sekitar 30 persen atau 300 ton. Jelas bisa mengurangi beban kita," katanya.

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill