Connect With Us

Dua Bayi di Tangerang Ini Diberi Nama Gerhana

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 9 Maret 2016 | 16:42

Ilustrasi gerhana matahari (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANG-Dua bayi laki-laki lahir di RSUD Kabupaten Tangerang bertepatan dengan terjadinya Gerhana Matahari, Kamis (9/3/2016) pagi. Oleh orang tuanya, kedua bayi tersebut diberi nama Gerhana.

Kepala Perwatan Bayi RSUD Tangerang Atika Rahmawati mengatakan, bayi pertama dilahirkan oleh Mutiaroh dengan operasi caesar sekitar pukul 06.00 WIB.

Sedangkan yang kedua dilahirkan secara normal oleh Megawati pada pukul 07.00 WIB.

"Mereka lahir di hari istimewa saat Gerhana Matahari yang merupakan peristiwa jarang terjadi. Kondisi kedua bayi tersebut sehat dengan berat badan 2 kg lebih," jelasnya.

Menurut Atika, rencananya kedua bayi akan diberi nama Gerhana oleh orang tuanya. Mereka berharap, dengan nama itu anaknya selalu bisa bersyukur dan mengingat kebesaran Tuhan.

"Memang banyak kalangan ibu-ibu hamil menghrapakan anaknya lahir di peristiwa yang jarang sekali terjadi. Di hari yang istimewa ini sangat diraskan oleh kedua orang tua bayi," katanya.

WISATA
BSD Urbanatura Eco Urban Park, Taman Kota Seluas 12 Hektare dengan Aliran Sungai Cijantra

BSD Urbanatura Eco Urban Park, Taman Kota Seluas 12 Hektare dengan Aliran Sungai Cijantra

Kamis, 6 Agustus 2026 | 14:41

Sebuah taman kota multifungsi dengan bentangan jalur sungai sepanjang 1,5 kilometer yang dikelilingi lanskap tropis rimbun kini hadir di BSD City, Tangerang.

BISNIS
JETOUR Kantongi 1.038 SPK di GIIAS 2026, Model SUV T2 dan T1 i-DM Paling Laku

JETOUR Kantongi 1.038 SPK di GIIAS 2026, Model SUV T2 dan T1 i-DM Paling Laku

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:23

Selama pameran berlangsung, JETOUR berhasil membukukan total 1.038 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) dari seluruh lini SUV yang ditawarkan kepada konsumen Indonesia.

OPINI
Fenomena Sarjana Pengangguran

Fenomena Sarjana Pengangguran

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:50

Lagu lama berulang kembali, pengangguran dari gelar sarjana semakin banyak. Realitasnya gelar sarjana ternyata bukan jaminan seseorang akan terhindar dari ancaman pengangguran.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill