Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANG-Dua bayi laki-laki lahir di RSUD Kabupaten Tangerang bertepatan dengan terjadinya Gerhana Matahari, Kamis (9/3/2016) pagi. Oleh orang tuanya, kedua bayi tersebut diberi nama Gerhana.
Kepala Perwatan Bayi RSUD Tangerang Atika Rahmawati mengatakan, bayi pertama dilahirkan oleh Mutiaroh dengan operasi caesar sekitar pukul 06.00 WIB.
Sedangkan yang kedua dilahirkan secara normal oleh Megawati pada pukul 07.00 WIB.
"Mereka lahir di hari istimewa saat Gerhana Matahari yang merupakan peristiwa jarang terjadi. Kondisi kedua bayi tersebut sehat dengan berat badan 2 kg lebih," jelasnya.
Menurut Atika, rencananya kedua bayi akan diberi nama Gerhana oleh orang tuanya. Mereka berharap, dengan nama itu anaknya selalu bisa bersyukur dan mengingat kebesaran Tuhan.
"Memang banyak kalangan ibu-ibu hamil menghrapakan anaknya lahir di peristiwa yang jarang sekali terjadi. Di hari yang istimewa ini sangat diraskan oleh kedua orang tua bayi," katanya.
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGKematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Pergelangan tangan seorang pelajar berinisial AH, 15, nyaris putus setelah menjadi korban salah sasaran dalam peristiwa tawuran yang terjadi di Desa Munjul, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Selasa 18 Agustus 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews