Connect With Us

Minta Nomor Antrean di Disdukcapil Kota Tangerang Dicatut 'Uang Rokok'

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 16 September 2016 | 17:14

Ratusan warga tetap memadati Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang di Jalan Perintis Kemerdekaan, Cikokol. (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)

TANGERANGNews.com-Banyaknya antrean warga yang hendak mengurus  administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab. Warga dicatut "uang rokok" oleh petugas keamanan untuk mendapat nomor antrean.

Padahal, dalam Perubahan UU No 23/2006 menjadi UU No 24/2013 tentang Kependudukan poin 7 disebutkan 'Pengurusan dan Penerbitan Dokumen Kependudukan Tidak Dipungut Biaya (Gratis).

Diketahui, larangan untuk tidak dipungut biaya semula hanya untuk penerbitan KTP-el, diubah menjadi untuk semua dokumen kependudukan seperti KK,KTP-el, Akta Kelahiran, Akta Perkawinan, Akta Kematian, Akta Perceraian, Akta Pengakuan Anak dan lain-lain (Pasal 79A UU No. 24 Tahun 2013).

Seperti yang diungkapkan Nurohman. Untuk mengambil nomor antrean guna mengurus Kartu Keluarga (KK), dirinya harus membayar Rp20 ribu rupiah kepada petugas keamanan di kantor Disdukcapil Kota Tangerang.

"Saya mengantre dari jam 8 pagi, padahal saya sudah dimintai biaya Rp20 ribu agar nomor antrian saya tidak panjang. Tapi sampai jam 15.00 WIB belum juga selesai," ujar pria beranak dua itu.

Dirinya juga menyatakan, telah merogoh kocek cukup dalam untuk mengurus administrasi kependudukan di Kota Tangerang tersebut. Mulai meminta surat pengantar dari RT/RW, kelurahan, kecamatan hingga sampai di Disdukcapil.

"Lumayanlah bang, saya harus ngamplopin sana sini," tandasnya.

Warga lainnya, Suryani, juga mengakui hal yang sama. Saat hendak mengurus surat pindah dari Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Tangsel, ke Kota Tangerang, dia kehabisan nomor antrean. Lalu dia didekati petugas keamanan yang menawarkan nomor antrean.

"Katanya tenang bu, saya bantu, bayar uang rokoknya aja Rp20 ribu," jelasnya menirukan ucapan petugas tersebut.

Setelah membayar dia diberikan secarik kertas berisi nomor antrean ke 416. Namun dia tetap harus menunggu lama. "Saya ngantre dari jam 14.00 WIB, tapi sampai jam 14.30 WIB belum dipanggil juga," pungkasnya.

Suryani mengaku mengurus sendiri surat kepindahan agar tidak mengeluarkan biaya banyak. Pasalnya dia ditawari proses yang cepat oleh Ketua RT tempatnyanya tinggal dengan membayar Rp200 ribu. "Dari pada bayar mahal, mending urus sendiri. Tapi di sini di minta juga," pungkasnya kesal.

 

 

WISATA
Kerap Ramai saat Liburan, Pengunjung Pantai Tanjung Pasir Tangerang Keluhkan Fasilitas Minim

Kerap Ramai saat Liburan, Pengunjung Pantai Tanjung Pasir Tangerang Keluhkan Fasilitas Minim

Jumat, 4 April 2025 | 12:58

Pantai Tanjung Pasir, di Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat setiap momen liburan termasuk saat Lebaran 2025.

MANCANEGARA
Trump Umumkan Darurat Ekonomi Nasional, Sebut AS Diperlakukan Tidak Adil dalam Perdagangan  

Trump Umumkan Darurat Ekonomi Nasional, Sebut AS Diperlakukan Tidak Adil dalam Perdagangan  

Kamis, 3 April 2025 | 14:25

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan keadaan darurat ekonomi nasional pada Selasa, 2 April 2025, waktu setempat.

BANTEN
Begini Persiapan InJourney Airports Layani Arus Balik di 37 Bandara

Begini Persiapan InJourney Airports Layani Arus Balik di 37 Bandara

Jumat, 4 April 2025 | 13:34

Bandara-bandara yang dikelola PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mulai 2 April 2025, memasuki periode arus balik angkutan Lebaran 2025.

OPINI
Predator Anak di Balik Seragam Terhormat

Predator Anak di Balik Seragam Terhormat

Selasa, 18 Maret 2025 | 18:05

Lagi dan lagi pelecehan seksual terhadap anak terus saja terjadi. Berulangnya peristiwa ini menunjukkan bahwa masalah ini bukan sekadar kesalahan pada oknum, melainkan memang ada yang salah dari pengurusan negara ini.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill