Serpong Jaya Luncurkan 3 Cluster Baru, Tawarkan Hunian Modern Mulai Rp700 Jutaan
Jumat, 8 Mei 2026 | 14:54
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TANGERANGNews.com-Ibu tiri Dafa Mustaqim, Suyati, hingga kini masih berada di Polsek Ciledug, Kota Tangerang, sejak Sabtu (22/10/2016). Dia meminta perlindungan sejak dilaporkan kasus dugaan kekerasan hingga menyebabkan Dafa meninggal.
“Dia masih di Polsek, jadi dia minta perlindungan karena kondisi lingkungannya tidak kondusif. Sementara kita biarkan dulu sambil kita periksa,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota AKBP Wiji Lestanto, Jumat (28/10/2016).
Menurut WIji, Suyati masih diperiksa sebagai saksi, meski sebelumnya Tim Forensik menyatakan adanya tanda kekerasan pada tubuh bocah 7 tahun tersebut. “Masih kita periksa untuk menyesuaikan dengan keterangan saksi-saksi yang lain,” jelasnya.
Seperti diketahui, Dafa Mustaqim dilaporkan meninggal secara tak wajar oleh tetangga dan guru korban. Mereka curiga bocah kelas 1 SDN Larangan Utara 2 Kota Tangerang itu tewas akibat penyiksaan yang dilakukan ibu tirinya.
Dafa sebelumnya dibawa ke rumah sakit pada Kamis (20/10/2016). Orang tuanya mengatakan bahwa Dafa mengalami panas tinggi dan kejang-kejang. Namun nyawanya tidak tertolong. Dia pun langsung dimakamkan.
Guru-guru sekolah Dafa yang curiga dengan kematiannya melaporkan hal tersebut ke polisi dengan bukti berupa foto-foto luka di tubuh bocah itu.
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TODAY TAGKasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.
Memulai bisnis tanpa legalitas yang jelas bisa menjadi hambatan besar di masa depan. Banyak pelaku usaha akhirnya kesulitan saat ingin bekerja sama dengan perusahaan besar atau mengikuti tender.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews