Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi
Jumat, 18 September 2026 | 20:40
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TANGERANGNews.com-Pemerintah Kota Tangerang terus mengembangkan aplikasi-aplikasi online berbasis web maupun android sebagai upaya peningkatan pelayanan publik atau kinerja pegawai.
Ratusan apliksi ini dipantau langsung melalui Tangerang Live Room (TLR) sebagai pusat kendali (command center) yang berlokasi di Gedung Pusat Pemerintah Kota Tangerang.
Kepala Seksi Pengembangan E-Government Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) KotaTangerang Adhi Zulkifli mengatakan, salah satu aplikasi yang banyak digunakan masyarakat adalah Aplikasi Tangerang Live.
Aplikasi ini merupakan gabungan aplikasi yang sudah ada yang dijadikan satu sehingga lebih mudah dan efektif.
Adapun layanan yang ada didalamnya seperti Layanan Aspirasi Kotak Saran Anda (LAKSA), Pencaker (Pencari Kerja), daftar harga bahan pokok di pasar dan juga kumpulan berita tentang Kota Tangerang.
“Sejak diluncurkan pada bulan Agustus 2016, aplikasi ini sudah didownload sekitar 2000 orang. Laporan masyarakat yang masuk mencapai 2300. Ya aplikasi ini cukup efektif,” katanya, Jumat (28/10/2016).
Menurut Adhi, laporan-laporan dari masyarakat ini akan masuk ke TLR dan diteruskan ke dinas-dinas yang bertanggung jawab. Setap laporan akan diketahui statusnya jika sudah diperoses atau belum.
“Kalau belum direspon warnanya merah, kalau sedang diproses warna kuning dan kalau hijau brarti sudah selesai. Status ini juga bisa menjadi acuan dinas-dinas yang kerja atau tidak,” jelasnya.
Sedangkan untuk aplikasi internal pegawai, diantaranya ada Website Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dapat dipantau dengan Dashboard Website OPD yang dapat diakses oleh operator Diskominfo.
“Operator dapat mengetahui update apa saja yang dilakukan oleh OPD terhadap website yang dimilikinya, termasuk yang lambat dalam mengupdate konten websitenya,” katanya.
Selanjutnya ada Aplikasi SIAP merupakan aplikasi yang digunakan untuk memantau kegiatan yang berada di Kecamatan maupun Kelurahan. Bahkan untuk mengetahui penerima bantuan beras miskin (raskin) dapat diketahui melalui aplikasi ini, sehingga dapat mencegah penyaluran yang salah sasaran.
Lalu, aplikasi e-Kinerja merupakan aplikasi untuk memantau Sasaran Kerja Pegawai (SKP) untuk mengetahui target yang sudah dicapai oleh pegawai tersebut, baik bagi pegawai yang sudah input SKP maupun yang belum.
“Aplikasi-aplikasi tersebut memudahkan pemantauan terhadap tingkat pemanfaatan aplikasi yang sebelumnya sudah dibangun dan diintegrasikan. Jadi semua dapat dimanfaatkan secara optimal,”pungkas Adhi.
Jumlah aplikasi yang telah dibuat Pemkot Tangerang saat ini sebanyak 153 aplikasi. Kecanggihan aplikasi tersebut bahkan mengundang puluhan pemeritah daerah untuk belajar langsung ke Pemkot Tangerang. Bahkan Ombudsman RI menetapkan Pemkot Tangerang sebagai kota percontohan pelayanan publik melalui konsep Smart City. (ADV)
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TODAY TAGPLN Mobile Jawara Run 2026 kembali digelar di Provinsi Banten. Setelah berlangsung pada 2025, ajang lari ini akan kembali mengajak ribuan peserta berolahraga sekaligus membawa pesan tentang gaya hidup sehat
Indonesia kini memasuki fase baru dalam transisi energi yang didorong oleh pesatnya ekspansi energi terbarukan serta peningkatan permintaan listrik dari sektor industrialisasi, elektrifikasi, dan perkembangan pusat data berbasis kecerdasan buatan
Antusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews