Connect With Us

Taman Bermain & Ruang Baca di RSUD Kota Tangerang

Advertorial | Sabtu, 28 Januari 2017 | 18:00

Taman bermain anak di RSUD Kota Tangerang. (@tangerangnews 2017 / Agus Riyadi)

 

TANGERANGNews.com- Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang sejauh ini memang terus berkomitmen dalam menjaga serta meningkatkan pelayanan terhadap kebutuhan para pasiennya.

 

Bahkan, upaya memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan pun, tidak hanya ditujukan kepada para pasien saja, melainkan juga untuk seluruh pengunjung yang tengah berada di RS tersebut, baik itu kerabat ataupun sanak keluarga sang pasien.

 

Salah satu langkah yang telah dijalankan oleh jajaran managemen rumah sakit plat merah di kota pengusung konsep 'LIVE CITY' (Liveable, Investable, Visitable dan E-City) ini, adalah dengan menyisipkan sebuah fasilitas 'Taman Bermain & Ruang Bacaan Anak' diarea ruang tunggu, dimana lokasinya berada di kawasan Poli Anak dan Poli Kandungan. 

 

Direktur RSUD Kota Tangerang, dr Feriyansyah mengatakan, bila fasilitas 'Taman Bermain & Ruang Bacaan' yang diperuntukan bagi kaum anak dan balita itu, memang merupakan salah satu inovasi  penambahan fasilitas terkini di Tahun 2017.

 

Bahkan, terhitung sejak dioperasikan, area rekreasi dan bermain anak tersebut, memang selalu ramai dikunjungi. Terpantau, beberapa orang anak juga cukup menikmati berbagai kelengkapan permainan yang tersedia, seperti perosotan mini, bongkar pasang serta banyak lainnya.

 

"Ini merupakan salah satu upaya peningkatan fasilitas pelayanan publik di RSUD Kota Tangerang. Karena kami memang ingin memisahkan ruang tersebut sebagai zona aman bagi para anak-anak (zona non infeksius), dengan tujuan agar pasien anak dapat lebih nyaman serta tidak merasa bosan, saat tengah menunggu orangtuanya melakukan pemeriksaan medis," jelas pria yang akrab disapa Feri ini.

 

Direktur RSUD termuda diwilayah Provinsi Banten itu juga berkeinginan menghilangkan stigma atau kesan seram dilingkungan rumah sakit, seperti yang kerab dirasakan oleh perasaan si anak.

 

"Kita ingin berikan yang terbaik, terutama berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan bagi anak-anak, yang mana ketika para anak merasakan adanya kenyamanan, tentunya juga akan dirasakan oleh para orangtua mereka," tandasnya.    

 

Sementara itu, Aliyah Nurhayati (32), salah seorang ibu dari anak yang tengah berada di fasilitas taman bermain ini mengungkapkan, apresiasi atas pelayanan dimaksud. Sebab, kata dia, dirinya tak lagi terlalu mengkhawatirkan akan kerewelan sang anak, bila diajaknya berobat bersama di RSUD.

 

"Baik sekali adanya area bermain buat anak-anak ini pastinya. Jadi, kita para orangtua, sudah tidak lagi resah kalau anak kita pas rewel atau ngambek karena jenuh disini, kita bisa langsung hibur ke area ini. Dan beberapa kali kondisi itu sudah saya coba, lumayan cukup bikin tenang sih buat si anak, karena ada banyak permainan. Palingan, diawal saja si anak malu-malu, tapi kalau sudah lihat anak lain masuk bermain, dia pasti langsung nimbrung," ucapnya, penuh semangat.

 

Ibu muda yang mengaku tinggal dikawasan Kecamatan Pinang itu juga berharap, agar pihak managemen RSUD kota Tangerang dapat senantiasa menjaga dan terus mengembangkan inovasi pelayanannya ke arah yang lebih baik lagi. 

 

"Harapan kita sebagai warga masyarakat Kota Tangerang, tidak terlalu muluk-muluk. Yah, semoga kami mendapatkan hak pelayanan terbaik lah, hanya itu saja sudah sangat senang bagi saya dan mungkin mewakili perasaan yang lainnya juga," pungkasnya.  

 

KAB. TANGERANG
Gadis 16 Tahun yang Kabur ke Apartemen PIK 2 Diduga Korban Kekerasan Seksual Modus Pengantin Pesanan

Gadis 16 Tahun yang Kabur ke Apartemen PIK 2 Diduga Korban Kekerasan Seksual Modus Pengantin Pesanan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:46

Seorang siswi SMK berusia 16 tahun asal Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar) yang dilaporkan kabur ke apartemen kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, diduga korban kekerasan seksual warga negara China.

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

BANDARA
2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:40

Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill