Connect With Us

Progres Pembangunan Dua Jembatan Besar Capai 20 Persen

Advertorial | Selasa, 21 Maret 2017 | 14:00

Sejumlah pekerja proyek sedang memasang tiang pancang untuk proyek Jembatan Dadang Suprapto di Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Selasa (21/3/2017). (Istimewa / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang tengah membangun dua jembatan besar di Kali Cisadane. Yaitu, Jembatan Dadang Suprapto dan Jembatan Teuku Umar Karawaci.


Sejak diresmikan Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah, awal Februari lalu, pembangunan dua jembatan tersebut terus dikebut pekerjaannya. Hingga saat ini progres pekerjaan sudah mencapai 20 persen.    


Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Nana Trisyana mengatakan, terus memonitor kontraktor selaku pelaksana proyek. Sehingga diharapkan pekerjaannya bisa selesai tepat waktu sesuai target. Ia menyebut, dua jembatan itu ditargetkan rampung pada Januari 2018. “Pantauan di lapangan, Alhamdulillah, progres pekerjaan sudah kelihatan. Para pekerja dan alat berat di lokasi proyek sedang bekerja. Mudah-mudahan saja tidak ada kendala yang menghambat jalannya pembangunan,” kata Nana.

Seumlah pekerja tampak sedang mengerjakan proyek pembangunan Jembatan Teuku Umar, di Karawaci, Kota Tagerang, Selasa (21/3/2017).

Caption : Sejumlah pekerja tampak sedang mengerjakan proyek pembangunan Jembatan Teuku Umar, di Karawaci, Kota Tagerang, Selasa (21/3/2017).


Mengingat pekerjaan membutuhkan waktu cukup lama, sebut Nana, pembangunan dua jembatan ini menggunakan sistem kontrak tahun jamak atau multiyears.

Untuk diketahui, Jembatan Teuku Umar dibangun dengan panjang ± 111,41 meter dengan nilai kontrak Rp 23,907 miliar. Jembatan ini dikerjakan kontraktor PT Syaputra Benteng Sejahtera.


Sedangkan Jembatan Dadang Suprapto dibangun spanjang  ± 111,9 meter dengan nilai kontrak Rp 33,592 miliar dan dikerjakan kontraktor PT Modern Makmur Mandiri.


Sekretaris Dinas PUPR Kota Tangerang, Hery C Trunajaya menambahkan, pembangunan dua jembatan besar itu untuk menambah infrastruktur akses transportasi lalulintas. Sehingga permasalahan kemacetan di Kota Tangerang, imbuh Nana, dapat teratasi dengan adanya akses jalan dan jembatan.
"Kami berharap dengan dibangunnya dua jembatan (Jembatan Teuku Umar dan Jembatan Dadang  Suprapto,red) dapat mengurangi kemacetan di Kota Tangerang," harapnya.

Maket

caption : Maket Pembangunan Jembatan Dadang Suprapto


Menurutnya, jumlah kendaraan yang melintas di kota ini terus bertambah tiap tahun. Sangat wajar, Kota Tangerang menghadapai problem kemacetan. “Semoga dengan dibangunnya Jembatan Dadang Suprapto dan Jembatan Teuku Umar bisa menjadikan Kota Tangerang sebagai kota penyangga Ibukota yang memiliki sistem lalulintas yang lebih baik lagi,” pungkasnya. (ADV)

BANTEN
Polda Banten Segera Periksa Kasatpol PP Beserta Bukti Video dan Percakapan Dugaan Pelecehan Seskual

Polda Banten Segera Periksa Kasatpol PP Beserta Bukti Video dan Percakapan Dugaan Pelecehan Seskual

Kamis, 24 September 2026 | 20:45

Polda Banten menjadwalkan pemanggilan pemeriksaan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Tangerang Ana Supriyatna atas laporan dugaan kasus pelecehan seksual terhadap bawahannya berinisial B.

HIBURAN
VIVERE Hotel Hadirkan “Big Days, Open Doors”, Open House untuk Konsultasikan Acara Pernikahan 

VIVERE Hotel Hadirkan “Big Days, Open Doors”, Open House untuk Konsultasikan Acara Pernikahan 

Senin, 21 September 2026 | 17:09

VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan open house dengan konsep berbeda melalui “Big Days, Open Doors”.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

SPORT
Masih Tanpa Emas di Asian Games 2026, Indonesia Ketinggalan di Peringkat 23

Masih Tanpa Emas di Asian Games 2026, Indonesia Ketinggalan di Peringkat 23

Kamis, 24 September 2026 | 12:35

Persaingan klasemen medali Asian Games 2026 terus berubah seiring bertambahnya nomor pertandingan. Hingga Kamis 24 September 2026, Indonesia masih belum meraih medali emas dan berada di peringkat ke-23.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill