Jalur Mutasi SPMB SMP Kota Tangerang Dibuka Besok
Senin, 29 Juni 2026 | 19:00
Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 masih berlangsung.
TANGERANGNEWS.com - Pasca bentrok dua kelompok pemuda di Pasar Tanah Tinggi, Kota Tangerang Sabtu (3/6/2017) lalu, kondisi pasar terbilang kondusif. Pedagang berjualan seperti biasanya dan aktivitas jual beli lainnya pun berjalan lancar, Rabu (7/6/2017). Pihak kepolisian pun telah memasang spanduk himbauan untuk saling rukun di lokasi.
Syamsudin, security di Pasar Tanah Tinggi mengatakan, stabilitas keamanan di lingkungan pasar pasca bentrok aman dan lancar terlihat dari pedagang yang memulai aktivitas seperti biasanya, begitu pun dengan para kuli panggul. "Kondisi pasar aman, karena pihak kepolisian cepat dalam bertindak, sehingga cepat kondusif juga," katanya kepada TangerangNews.com, Rabu (7/6/2017).
Pernyataan senada dari Didi Darmawan seorang kuli panggul yang sudah 15 tahun bekerja di Pasar Tanah Tinggi. Menurutnya kejadian bentrok sering sekali di pasar tersebut. Meskipun pihak kepolisian telah melakukan tindakan dengan menangkap para pelaku.
"Kadang tiap tahun ada aja bentrok, tapi saya dan temen-temen percayakan semuanya pada pengurus bisa mengatasinya sama petugas," ungkapnya.
Didi berharap agar peristiwa ini jangan terjadi kembali, agar pasar menjadi aman dan pedagang serta pembeli semakin nyaman datang ke Pasar Tanah Tinggi ini. Selain itu dia meminta agar Pemerintah Kota Tangerang bisa lebih meningkatkan keamanan di lokasi ini.
"Saya berharap agar bisa aman aja. Ya walaupun kita sering mengalami kondisi begini. Bisa saja kami kerja saat bentrok terjadi, tapi apa mungkin,"tutupnya.
Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 masih berlangsung.
TODAY TAGSlamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.
Pengembangan kawasan hunian Paramount Petals memasuki babak baru. Setelah hampir dua tahun dipasarkan, pengembang mulai menyerahkan kunci rumah kepada para pembeli di Klaster Lily.
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews