Camat Jatiuwung Ajak 6 Perusahaan Bedah 4 Rumah Warga Senilai Rp 200 Juta
Jumat, 9 Oktober 2026 | 21:12
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TANGERANGNEWS.com-Suasana sunyi di perumahan Graha Raya, Kunciran, Kota Tangerang pada Jumat (28/7/2017) tiba-tiba pecah. Seorang pejalan kaki bernama Atik tewas akibat ditabrak siswi SMA yang mengendarai sepeda motor.
Pelaku diketahui dua orang pelajar SMA Budi Luhur saat itu sedang berboncengan. Setelah menabrak Atik, sang pengendara motor itu juga menabrak pembatas tugu wilayah Tangerang & Tangsel.
Rohman, saksi mata yang merupakan pedagang di Graha Raya menuturkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.00. Ketika itu, dirinya sempat melihat korban berjalan santai sebelum kejadian. Korban dia kenal memang setiap hari berolahraga di Graha Raya.
"Tapi sekitar pukul 06. 30 terdengar suara tabrakan dari arah tugu selamat datang Kota Tangsel. Ternyata korban ditabrak dari arah belakang oleh dua orang pelajar putri yang mengendarai motor," katanya.
Sontak saja, dia berserta beberapa orang langsung menolong korban dan dua siswi SMA itu. Ketiganya dalam keadaan luka parah dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
"Namun, karena luka parah pada kepala, korban yang bernama Atik warga sini meninggal dunia. Sedangkan dua siswi infonya menderika luka-luka dibawa ke rumah sakit Permata Ibu," katanya
Berdasarkan informasi dari Rumah Sakit Permata Ibu, kedua siswi SMA itu sudah dirujuk ke Rumah sakit Husada Insani karena mengalami luka cukup parah. Hingga kini belum diketahui apa penyebab dua siswi itu tak dapat menguasai sepeda motornya.(DBI)
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TODAY TAGMemasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.
Bagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews