KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Satu korban ledakan pabrik petasan di Kosambi yang sempat dirawat di RSUD Kabupaten Tangerang tewas, Minggu (29/10/2018). Tewasnya korban bernama Atin Puspita, 32, ini menambah deretan korban nyawa pada peristiwa memilukan tersebut, yang kini berjumlah 49 orang.
“Korban meninggal pukul 22.00 WIB saat perawatan di ICU, akibat luka bakar 75 persen di tubuhnya. Paling parah memang di berbagai organ vital seperti area pernafasan, dadanya atau seluruh tubuhnya,” kata Humas RSUD Tangerang Yudi, Senin (30/10/2017).
Sebelumnya, kata Yudi, korban Atin datang pertama kali dari RS BUN bersama dengan korban lain, yakni Nurhayati yang sudah lebih dulu meninggal dunia. Atun juga sudah mendapat penanganan operasi beberapa hari lalu dan kemudian mendapat perawatan kembali ke ruang ICU. Namun ternyata nyawanya tidak tertolong.
“Kini, jenazah almarhumah sudah dibawa oleh keluarga ke daerah asalnya di Pekalongan. Sejak jam 8 pagi," ujarnya.
Hingga kini, korban tewas akibat insiden ledakan dan kebakaran hebat pabrik petasan milik di PT Panca Buana Cahaya Sukses pada Kamis (26/10/2017) lalu itu sudah mencapai 49 orang. Sementara sisanya atau sebanyak 27 karyawan lain masih mendapat perawatan intensif di RSUD Tangerang, RS BUN Kosambi dan RS Mitra Husada.(RAZ/HRU)
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGBencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.
Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews