Connect With Us

Ridwan Kamil Hibahkan Aplikasi Sabilulungan untuk Kota Tangerang

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 2 November 2017 | 13:00

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah, dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, hadir pula Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif, saat penandatanganan nota kesepahaman, di Balai Kota Bandung, Rabu (01/11/2017). (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang kembali melakukan kerjasama di bidang Pengembangan Smart City dengan Pemkot Bandung dalam penggunaan aplikasi Sabilulungan yang mempermudah pemberian bansos maupun hibah.

Sabilulungan yang memiliki arti ‘Gotong Royong’ ini bertujuan agar jalannya dana bantuan yang diturunkan Pemkot Tangerang untuk membiayai berbagai proyek sosial yang diinginkan masyarakat, dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka. Dan seluruh proses dalam Sabilulungan dapat terlihat dan diawasi oleh seluruh lapisan masyarakat.

arief

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah, dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, hadir pula Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif, dan Kepala Daerah lainnya berpose bersama, di Balai Kota Bandung, Rabu (01/11/2017).

"Ini adalah bagian dari semangat berbagi yang sudah menjadi komitmen para kepala daerah di Indonesia. Jadi sekarang semangatnya bukan lagi kompetisi namun bagaimana pemerintah daerah bisa saling bersinergi untuk membangun Indonesia yang lebih baik lagi," ujar Arief seusai penandatanganan nota kesepahaman dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di Balai Kota Bandung, Rabu (01/11/2017).

Menurut Arief, sinergitas dan koordinasi antara kepala daerah menjadi salah satu faktor penting untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera. "Mudah-mudahan kerjasama ini bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat," tuturnya.

Arief juga menerangkan bahwa Pemkot Tangerang sendiri selama ini juga telah melakukan kerjasama dengan menghibahkan berbagai aplikasi yang telah dikembangkan Pemkot Tangerang, kepada tidak kurang dari 31 lembaga.

"Sudah banyak aplikasi yang kita kembangkan, diadopsi oleh pemerintah daerah lain, seperti aplikasi E-office, Laksa, SIAP, PPDB Online, E-Plesiran dan juga Sikda," paparnya.

Namun, lanjut Arief, apa yang telah Pemkot lakukan tentunya masih belum sempurna, sehingga masih perlu belajar ke daerah lain seperti Bandung dan Surabaya yang sudah lebih dulu mengembangkan Smart City.

"Terakhir kemarin kita juga ke Malang untuk melihat pengelolaan kampung wisata, kita juga menjajaki penggunaan aplikasi pengelolaan air di PDAM. Tadi saya juga melihat ke beberapa taman di Kota Bandung, siapa tahu nanti bisa diaplikasikan di Kota Tangerang. Artinya kita juga terus belajar untuk memberikan pelayanan yang paripurna kepada masyarakat," pungkasnya.(RAZ/HRU)

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

BANTEN
Kapolda Banten Sebar Nomor Pribadi, Terima Aduan Kamtibmas dan Keadaan Darurat

Kapolda Banten Sebar Nomor Pribadi, Terima Aduan Kamtibmas dan Keadaan Darurat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:30

Kapolda Banten Irjen Pol. Hendra Kurniawan membuka akses nomor pribadinya, yakni 0811-1123-9696 bagi masyarakat yang ingin menyampaikan pengaduan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas)

WISATA
Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40

Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill