Ini 12 Lokasi Nobar Final Piala Dunia 2026 di Tangerang Raya
Minggu, 19 Juli 2026 | 19:53
Euforia final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol dan Argentina mulai terasa di berbagai wilayah Tangerang Raya.
TANGERANGNEWS.com-Ketua DPC Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Suparmi menggelar Rapat Kerja dan Koordinasi dengan para pengurus organisasi yang bertempat di Rumah Makan Kawali Ayam bakar Gantung, Cikokol, Tangerang, Senin (19/2/2018).
Dalam rapat kali ini adalah untuk membahas perwakilan atau utusan rekomendasi dari tingkat Kota dan Provinsi Banten, terkait untuk mengikuti agenda Musyawarah Nasional (Munas) KPPI di Bali yang akan dilaksanakan pada akhir Februari.
"Nah makanya kita hari ini mengadakan Rapat kerja untuk memberikan masukan-masukan kepada yang nanti menjadi perwakilan dari KPPI Provinsi Banten yang untuk mengikuti Munas di Bali," tutur wanita yang yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Tangerang ini.
Salah satu dalam pembahasan rapat tersebut adalah untuk mengadakan pelatihan-pelatihan terhadap kader-kader politik yang ada di Kota Tangerang. Supaya bagaimana mereka bisa jadi anggota Legislatif dari perwakilan perempuan.
"Saya memberikan semangat kepada mereka, jadi kalau terjun ke politik itu jangan tanggung-tanggung, percuma kalau terjun ke dunia politik tidak ada maksud dan tujuan yang baik, hanya buang-buang waktu dan tenaga saja," terangnya.
Suparmi berharap untuk kedepannya KPPI sukses, bisa saling bersinergi dan meningkatkan kouta perempuan dalam perhelatan Pileg atau Pilkada yang akan datang.(RAZ/HRU)
Euforia final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol dan Argentina mulai terasa di berbagai wilayah Tangerang Raya.
TODAY TAGPusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyatakan siap melacak sumber aliran dana harta kekayaan eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.
Kesibukan ayah mencari nafkah saat ini secara tidak langsung telah mengikis perannya sebagai pendidik dan pelindung keluarga. Hari ini banyak anak-anak yang merasa kehilangan sosok ayahnya, baik secara fisik maupun psikis.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews