Mutasi Kendaraan Masuk Banten Dapat Diskon 20 Sampai 40 Persen
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:18
Kabar baik bagi masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor dari luar Provinsi Banten dan berencana melakukan mutasi masuk.
TANGERANGNEWS.com-Sesok tubuh pria ditemukan warga dalam kondisi tak bernyawa di Jalan Untung Suropati, Kelurahan Cimone Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Rabu (18/7/2018).
Jasad pria malang itu pertama kali ditemukan Dedi Sudarmadi warga setempat sekitar pukul 11.00 WIB. Saat pertama kali ditemukan, jasad pria itu tergelatak di pinggir jalan dengan mulut berlumuran darah.
"Saya sedang berada di rumah mendengar teriakan suara ada orang tergeletak di pinggir jalan. Saat dilihat korban dalam keadaan meninggal dunia dan mengeluarkan darah dari mulut," kata Dedi.
Kemudian Dedi yang juga mengenal korban pun langsung menginformasikan peristiwa itu ke keluarga korban. Dedi menghubungi Suryanto yang tak lain paman korban.
"Pria itu bernama Dana, usianya sekitar 54 tahun. Pedagang siomay yang sering berkeliling di wilayah Cimone," jelasnya.
Masih kata Dedi, berdasarkan keterangan dari keluarga korban, Dana memiliki riwayat sakit sesak nafas dan sering mengeluarkan darah dari hidung dan mulutnya.
"Korban memang sakit tapi selama sakit tidak mau berobat. Saya menduga korban meninggal dunia karena sakit dan terjatuh," tukasnya.
Jasad korban kemudian dibawa oleh keluarganya dari lokasi. Saat ini berada sebuah kontrakan di Jalan Astra, Kelurahan Cimone Jaya, Kota Tangerang.
"Kami mencoba membawa korban ke RS untuk visum namun pihak keluarga keberatan sehingga korban dibawa ke kontrakan anak korban," terang Kapolsek Karawaci Kompol Abdul Salim.(MRI/RGI)
Kabar baik bagi masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor dari luar Provinsi Banten dan berencana melakukan mutasi masuk.
TODAY TAGAntusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews