Jadi Pemasok ke NTT, Warga Aceh Ditangkap di Tangerang Simpan 42 Ribu Butir Narkoba dan Obat Keras
Senin, 18 Mei 2026 | 21:15
Direktorat Reserse Narkoba Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menggulung jaringan pengedar psikotropika lintas pulau.
TANGERANGNEWS.com-Aparat Polresta Bandara Soekarno-Hatta membongkar pabrik narkoba golongan satu berjenis pil PCC (Paracetamol, Caffeine, Carisoprodol) di Jalan Kavling DPR RT 06/01, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.
Pemilik pabrik obat terlarang tersebut adalah Haji Tarlani, 40. Warga mengenal bos pemilik 1,223 ton atau 3.175.000 butir PCC tersebut mantan penjual jamu dan seorang yang dermawan.
"Orangnya baik, sering berbaur, banyak kontribusinya di lingkungan kami. Pokoknya saya enggak nyangka kalau dia pemilik pabrik," ujar Joko, Ketua RT setempat, Senin (6/8/2018).
Joko mengatakan bahwa tersangka telah menetap di rumah yang dijadikan sebagai pabrik itu sekitar 10 tahun lamanya. Tersangka tinggal bersama istri dan satu anak serta empat karyawannya.
"Tinggalnya sudah 10 tahun di sini. Terus dulunya mantan penjual jamu," tuturnya.

Masjid Al-Amanah di Cipondoh.
Sementara, pengurus Masjid Al-Amanah Asep mengungkapkan hal yang sama. Ia mengatakan tersangka rutin beribadah di masjid yang terletak sekitar 20 meter dari rumah tersangka.
"Saya juga enggak nyangka soalnya dia rajin ibadah. Setiap shalat, ya shalatnya di sini. Shafnya di situ tuh di belakang imam," ujarnya.
Asep menambahkan masjid yang diurusnya ini baru saja rampung. Donatur tertinggi pada pembangunan masjid adalah tersangka.
"Dia mah baik, ikhlas, apalagi nih masjid di bangun sama dia. Donatur yang nyumbang paling besar dia," imbuhnya.
Tarlani bersama tersangka lainnya yaitu ANR, AB, DK, IR, SY, SL, RM, AF dan MY kini ditahan Polresta Bandara Soekarno-Hatta.(RMI/HRU)
Direktorat Reserse Narkoba Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menggulung jaringan pengedar psikotropika lintas pulau.
TODAY TAGTiga orang tukang parkir melakukan pengeroyokan terhadap petugas keamanan di Supermarket Superindo Gaplek, Kelurahan Pondok Cabe Udik, Kecamatan Pamulang. Aksi kekerasan itu dipicu masalah sepele, yakni tidak dipinjamkan sepeda motor.
Sektor fesyen dan alas kaki merupakan salah satu industri kreatif yang masih potensial. Salah satunya digeluti Agus Eliawan atau yang lebih dikenal dengan sapaan Mas Gokil.
Penggunaan pembayaran digital di Provinsi Banten terus melonjak sepanjang awal 2026. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat nilai transaksi menggunakan QRIS mencapai lebih dari Rp34 triliun.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews