Connect With Us

Over Kapasitas Bikin Penghuni Lapas Wanita Tangerang Depresi, Binus Beri Konsultasi

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 28 September 2018 | 17:00

Dosen Psikologi Binus Tangerang Dr. Cornelia Istiani, saat memberikan kuliah umum terkait Peran Ilmu Psikologi dalam Program Pembinaan Mental di Lapas, di Universitas Binus Rabu (28/9/2018). (@TangerangNews / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNEWs.com-Masalah over kapasitas di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang kerap menimbulkan dampak bagi para tahanan, salah satunya dampak psikologi. Hal itu pun menjadi pemicu terjadinya pertikaian hingga bunuh diri. 

Melihat fenomena ini, Universitas Binus Alam Sutera Tangerang melakukan upaya untuk membantu para warga binaan pemasyarakat (WBP) mengatasi permasalahan psikologi mereka.

Melalui program pembinaan mental di Lapas, Jurusan Psikologi Binus Bekerja sama dengan Foundation of International Human Right Reporting Standards (FIHRRST), organisasi bidang hak asasi manusia, memberikan layanan konsultasi kepada para WBP. 

"Perempuan di dalam lapas termasuk komunitas yang rentan stress dan depresi. Masalah yang biasa terjadi karena konflik dengan sesama WBP. Apalagi dalam satu kamar ada banyak penghuni karena kelebihan kapasitas,"  jelas Dosen Psikologi Binus Tangerang Dr. Cornelia Istiani,  usai memberikan kuliah umum terkait Peran Ilmu Psikologi dalam Program Pembinaan Mental di Lapas, di Universitas Binus Rabu (28/9/2018).

Istiani menjelaskan, dalam program yang telah dijalankan selama 6 bulan ini, tim Binus yang terdiri dari 6 mahasiswa dan 6 psikokog melayani konsultasi secara pribadi ataupun kelompok kepada WBP Lapas Wanita Tangerang.

"Konseling dilakukan 1 minggu sekali,  setiap pertemuan biasanya 1 sampai 2 jam. Untuk konseling kelompok kita bisa cover 20 orang," jelasnya. 

Dalam konsultasi tersebut, WBP diajari cara mengelola emosi dan mengatasi dampak trauma sebaik mungkin. Selain itu diberi pelatihan interpersonal dan komunikasi efektif untuk menyelesaikan hambatan komunikasi dengan WBP lain. 

"Diharapkan mereka tidak hanya bisa menyelesaikan persoalan saat di dalam lapas, tapi juga ketika sudah keluar dan kembali ke masyarakat," ujarnya. 

Menurut Istiani, program di Lapas Wanita ini baru pertama kali di lakukan. Sebelumnya pihaknya telah memberikan layanan konsultasi di Lapas Anak Tangerang sejak tahun 2013. Dia berharap progran ini bisa  berkelanjutan ke Lapas lain di Tangerang. 

Kepala Tim Medis Lapas Wanita Tangerang Dr. Nuning Sukma Kamaratri mengakui jika permasalahan over kapasitas ini berdampak pada gangguan psikologis para WBP. Lapas Wanita saat ini berpenghuni 389  orang dimana kapasitasnya hanya 250 orang. 

"Memang kelebihan. Satu kamar kapasitas satu orang jadi diisi bertiga. Kapasitas tiga disini lima sampai enam. Akhinya terjadi intrik antar sesama WBP.  Bahkan beberapa penghuni sempat mencoba bunuh diri,  tapi selalu berhasil dicegah petugas," jelasnya. 

Nuning merasa program layanan konsultasi Binus memberikan dampak positif yang nyata. Terbukti beberapa WBP yang dibantu mengaku mulai bisa mengatasi persoalan emosinya. 

"Juga sudah mulai tahu cara berkomunikasi dengan baik dengan teman sekamar. Yang tadinya berantem, sekarang berdoa bareng sebelum tidur," ujarnya.(RAZ/RGI)

OPINI
Predator Anak di Balik Seragam Terhormat

Predator Anak di Balik Seragam Terhormat

Selasa, 18 Maret 2025 | 18:05

Lagi dan lagi pelecehan seksual terhadap anak terus saja terjadi. Berulangnya peristiwa ini menunjukkan bahwa masalah ini bukan sekadar kesalahan pada oknum, melainkan memang ada yang salah dari pengurusan negara ini.

HIBURAN
Deretan 4 Film Indonesia yang Siap Tayang di Bioskop Saat Lebaran 2025  

Deretan 4 Film Indonesia yang Siap Tayang di Bioskop Saat Lebaran 2025  

Rabu, 26 Maret 2025 | 11:57

Lebaran selalu menjadi momen yang dinanti untuk berkumpul bersama keluarga. Tahun ini, suasana terdapat empat rekomendasi film Indonesia terbaru yang siap menghibur penonton di bioskop.

AYO! TANGERANG CERDAS
Ini Mapel yang Diujikan dalam Tes Kompetensi Akademik Pengganti UN

Ini Mapel yang Diujikan dalam Tes Kompetensi Akademik Pengganti UN

Jumat, 7 Maret 2025 | 12:16

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menetapkan daftar mata pelajaran yang akan diujikan dalam Tes Kompetensi Akademik (TKA), yang menjadi pengganti Ujian Nasional (UN) bagi peserta didik sekolah.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill