Connect With Us

Penggusuran Bangunan di Batu Ceper Ricuh, 15 Orang Luka-luka

Achmad Irfan Fauzi | Rabu, 3 Oktober 2018 | 14:23

Petugas Satpol PP memiting warga saat prosesi penggusuran lahan di Batu Jaya Utara RT 03/03, Batu Ceper, Kota Tangerang, Rabu (3/10/2018). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

 

TANGERANGNEWS.com-Proses penggusuran empat bangunan kontrakan di Batu Jaya Utara RT 03/03, Batu Ceper, Kota Tangerang, sempat ricuh, Rabu (3/10/2018). Petugas Satpol PP dan warga saling sikut hingga mengakibatkan 15 orang luka-luka.

Berdasarkan pantauan di lokasi usai prosesi penggusuran, 15 warga yang mengaku dipukul oleh petugas mengalami luka lebam dan lecet ditubuhnya. Kericuhan dipicu lantaran warga menolak pengosongan lahan.

GUSUR

Hal itu dijelaskan seorang warga yang juga mengalami luka lecet di kaki kanannya, Sofyan. Ia mengatakan, awalnya warga terdampak dan juga aliansi gabungan yang mengatasnamakan Komite Anti Penggusuran Batu Ceper telah berkumpul untuk menolak penggusuran lahan.

Mereka sekitar puluhan orang berkumpul sebelum petugas Satpol PP tiba ke lokasi penggusuran. Saat petugas gabungan tiba, mereka pun sempat bernegosiasi untuk membicarakan status lahan.

Namun, lanjut Sofyan, negosiasi berlangsung alot, tiba-tiba petugas mengeksekusi bangunan kontrakan yang ditempati 10 Kepala Keluarga (KK) menggunakan alat berat. Sontak, momentum inilah gesekan terjadi.

"Warga memang saat itu sudah terjadi saling dorong, mulai gesekan. Puncaknya setelah momentum gesekan mulai berlanjut sampai kita ada beberapa dibaku hantam. Nah warga mengenai luka, barisan kami habis dan alat berat masuk langsung eksekusi. Dan kawan-kawan diseret semua, diamankan untuk dievakuasi," tutur Sofyan.

Menurut Sofyan, 15 orang dari pihak warga termasuk dirinya mengalami luka-luka akibat gesekan tersebut. Sementara bangunan telah luluh lantak oleh alat berat.

"Tarik-menarik sama kita, parah. Korban hampir ada 15 orang, aliansi dan warga lecet-lecet semua ada lebam juga," ucapnya.

Kepala Satpol PP Kota Tangerang Mumung Nurwana mengaku tidak mengetahui adanya gesekan hingga korban luka saat prosesi penggusuran tersebut. Kendati demikian, ia bertanggungjawab.

"Saya enggak lihat persis seperti itu tapi saya punya rasa tanggung jawab. Dokter saya panggil, ambulans datang, diobatin dan dirawat," katanya.

Ia menyangkal jika jajarannya di lapangan melakukan insiden kekerasan. Karena menurutnya, petugas Satpol PP sudah menjalani pelatihan.

"Saya enggak lihat sih soalnya saya dengan bagian hukum di dalam (Gedung SDN 1 Batu Ceper). Tapi menurut saya enggak mungkin mukul lah. Dan kalau lebam ya itu mungkin tertimpa, saya enggak tahu persis," imbuhnya.

Ia juga menambahkan bahwa selama prosesi penggusuran bangunan, pihaknya telah melakukan prosedur yang berlaku.

"Jadi ini sudah melalui prosedur yang dilakukan," tukasnya.(RAZ/HRU)

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

SPORT
Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 | 19:47

Tiga sarana olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi ditunjuk sebagai lokasi pertandingan untuk tiga cabang olahraga (cabor) dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026.

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

TEKNO
Cek Loker hingga Harga Bahan Pokok Kini Bisa Lewat Aplikasi Tangsel One

Cek Loker hingga Harga Bahan Pokok Kini Bisa Lewat Aplikasi Tangsel One

Senin, 5 Oktober 2026 | 18:54

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill